Rabu 09 Jun 2010 12:07 WIB

Anak 'Keluarga' Lesbian Sering Alami Siksaan

Rep: c22/ Red: irf
ilustrasi
ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Meski disebutkan memiliki perkembangan psikologis normal kebanyakan anak dari pasangan lesbian mengatakan sering mengalami penyiksaan. Akibatnya mereka sering merasa lebh cemas dan depresi. Meskipun belum jelas pula apakah kecemasan itu berasal dari penyiksaan atau sebab yang lain.

Penelitian di Amerika Serikat yang muncul dalam jurnal Pediatrics menuliskan bahwa konsepsi yang terbentuk pada anak remaja keluarga lesbian biasanya berbeda dari kebanyakan, terutama saat masih remaja. "Ada begitu banyak tempat di Amerika Serikat yang tidak membolehkan pasangan sejenis mengadopsi anak," ujar Dr Nanette Gartrell dari University of California, San Francisco. Ia adalah orang yang meneliti tentang keluarga lesbi pada 1986 dan dilaporkannya dalam tulisan yang berjudul "US National Longitudinal Lesbian Family Study"

Namun, lanjutnya, belum ada studi lain yang menunjukkan masalah perihal kondisi psikologis anak di keluarga lesbian. Gartrell mengatakan para penentang orangtua lesbi sering mengedepankan alasan nilai-nilai budaya atau agama. Ada juga yang berpendapat bahwa tumbuh dengan dua ibu atau dua ayah tidak dapat sehat bagi anak.

Temuan ini didasarkan pada 77 keluarga perempuan dan laki-laki. Para peneliti mewawancarai para ibu lesbian tentang anak-anak mereka dan kemudian menilai perilaku para remaja itu. Penilaiannya standar sesuai dengan penilaian yang selama beberapa dekade digunakan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement