REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gejala asma bisa muncul kapan saja, bahkan pada tengah malam antara pukul 02.00 hingga 04.00. Pada waktu tersebut, penderita dapat terbangun dalam kondisi terengah-engah, dada terasa sesak, hingga mengalami kesulitan bernapas yang berat.
Dokter spesialis paru, Dr dr Davinder Kundra, mengatakan serangan asma pada tengah malam dikenal sebagai asma nokturnal. la menyebut kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi perubahan biologis dalam tubuh dan faktor lingkungan yang terjadi saat tidur.
"Banyak pasien terbangun di tengah malam dengan sesak napas, dada terasa berat, dan rasa panik. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai serangan kecemasan atau mimpi buruk, padahal sebenarnya adalah serangan asma," kata dr Kundra, dilansir laman Hindustan Times, Kamis (7/5/2026).
Menurut dr Kundra, ada sejumlah faktor utama yang memicu memburuknya asma pada dini hari. Pertama, penurunan kadar hormon alami tubuh. Pada dini hari, kadar kortisol dan adrenalin berada pada titik terendah, padahal kedua hormon ini berfungsi menekan peradangan dan menjaga saluran napas tetap terbuka.
"Ketika kadarnya menurun, saluran napas menjadi lebih rentan terhadap penyempitan, yang memicu mengi, batuk, dan sesak napas," kata dia.
Serangan asma pada tengah malah juga bisa disebabkan oleh peningkatan peradangan saluran napas. Menurut dr Kundra, ritme sirkadian tubuh menyebabkan proses peradangan meningkat pada malam hari, sehingga saluran napas menjadi lebih sensitif terhadap pemicu.
Penyebab ketiga adalah pendinginan saluran napas. Saat tidur, jelas dr Kundra, suhu tubuh menurun yang dapat menyebabkan penyempitan saluran napas, terutama pada individu dengan kondisi saluran napas yang sensitif.
"Posisi tidur berbaring juga bisa menjadi penyebab, karena memudahkan penumpukan lendir di saluran napas, Selain itu, kondisi seperti postnasal drip dan refluks asam lambung yang memburuk di malam hari juga dapat mengiritasi saluran napas," ujar dr Kundra.