Jumat 30 Jan 2026 22:59 WIB

Daftar Asupan Vitamin D dari IDAI Agar Anak Tetap Sehat di Musim Penghujan

Vitamin D memiliki peran krusial dalam memperkuat sistem imun tubuh.

Anak bermain saat banjir yang menggenangi jalan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Ahad (18/1/2026). Banjir setinggi sekitar 40-60 centimeter tersebut terjadi sejak pagi pukul 07.00 WIB yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta luapan air dari kali dan aliran drainase kawasan tersebut.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anak bermain saat banjir yang menggenangi jalan di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Ahad (18/1/2026). Banjir setinggi sekitar 40-60 centimeter tersebut terjadi sejak pagi pukul 07.00 WIB yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi serta luapan air dari kali dan aliran drainase kawasan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki musim penghujan, tantangan kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak, cenderung meningkat seiring dengan minimnya paparan sinar matahari. Menanggapi kondisi ini, Prof Dr dr Anggraini Alam, Sp.A, Subsp. IPT(K), yang merupakan Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menekankan pentingnya masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan sumber vitamin D.

Menurut Prof Anggraini, vitamin D memiliki peran krusial dalam memperkuat sistem imun tubuh untuk menghalau berbagai infeksi penyakit tropis yang sering mewabah saat musim hujan. Menurut dia, asupan vitamin D alami dari sinar matahari bisa berkurang selama musim hujan, jadi perlu ditambah dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin D.

Baca Juga

"Seperti kuning telur, hati sapi, kemudian ikan laut seperti tuna, makarel, sarden, kemudian salmon itu bisa bantu. Dan belum lagi, susu, yoghurt, sereal itu juga ada," kata dia dalam webinar "Mewaspadai Penyakit Anak di Musim Hujan dan Banjir bersama IDAI" yang diikuti secara daring dari Jakarta pada Jumat (30/1/2026).

Saat hujan turun terus-menerus sehingga susah mendapatkan paparan sinar matahari langsung, ia mengatakan, suplemen vitamin D dengan dosis 400 IU sampai maksimal 1.000 IU dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Prof Anggraini mengatakan bahwa waktu terbaik untuk mendapatkan asupan vitamin D alami dari sinar matahari adalah pada pagi sampai siang hari.

"Jadi, yang namanya gelap, mendung, asalkan nggak hujan, itu mudah-mudahan masih ada kok sebetulnya sinar mataharinya, yang bisa bantu vitamin D," kata dia.

Ia menjelaskan bahwa asupan vitamin D diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit, menjaga kesehatan tulang dan gigi, dan mendukung fungsi otot. Selain memenuhi kebutuhan vitamin D, ia melanjutkan, penting pula mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan memastikan ventilasi ruangan baik guna mencegah masalah kesehatan selama musim hujan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement