Sabtu 30 Aug 2025 16:21 WIB

Dermatolog: Anxiety Bisa Picu Jerawat, Eksim, Hingga Penuaan Dini

Anxiety adalah bentuk stres yang memengaruhi sistem hormon.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Kecemasan yang terus-menerus bisa memicu jerawat, eksim, kerontokan rambut, hingga mempercepat proses penuaan. (Ilustrasi)
Foto: www.freepik.com.
Kecemasan yang terus-menerus bisa memicu jerawat, eksim, kerontokan rambut, hingga mempercepat proses penuaan. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kecemasan atau anxiety tak hanya memengaruhi kondisi mental, tapi juga berdampak langsung pada kesehatan kulit. Dermatolog dari Indian Cancer Society, Satish Bhatia, menyebut kecemasan yang terus-menerus bisa memicu jerawat, eksim, kerontokan rambut, hingga mempercepat proses penuaan.

"Anxiety adalah bentuk stres yang memengaruhi sistem hormon. Kondisi ini memicu pelepasan hormon seperti kortisol, epinefrin, dan adrenalin yang bisa memicu berbagai reaksi fisik, termasuk pada kulit," kata dia seperti dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga

Menurut Bhatia, kondisi ini biasanya terjadi saat tubuh berada dalam mode "lawan atau lari", di mana sistem endokrin terganggu dan produksi hormon menjadi tidak seimbang. Akibatnya, kulit lebih rentan mengalami peradangan, produksi minyak meningkat, dan berbagai masalah pun muncul.

Dokter spesialis bedah kosmetik dan transplantasi rambut dr Viral Desai menambahkan bahwa anxiety dan stres bisa menciptakan kekacauan dalam tubuh yang memengaruhi kondisi kulit menyeluruh. la menjelaskan, gangguan seperti jerawat, eksim, hiperpigmentasi, kulit sensitif, bahkan rambut rontok bisa dipicu oleh stres yang tak terkendali.

"Stres juga bisa memperparah kondisi kulit yang sudah ada," kata Desai.

Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain munculnya jerawat karena peningkatan produksi sebum, eksim dengan kulit kemerahan dan gatal, hingga melasma akibat ketidakseimbangan hormon. Dalam jangka panjang, stres juga dapat mempercepat penuaan karena penurunan produksi kolagen.

"Pada beberapa kasus, bisa juga muncul rosacea atau psoriasis," kata dia.

Bagi mereka yang memiliki gangguan metabolik seperti diabetes, tiroid, atau sindrom Cushing, efeknya bisa lebih parah. Bhatia menyebut hormon stres dapat menyebabkan kulit menebal, menghitam, atau menipis. la juga mencatat bahwa anxiety bisa menyebabkan rambut rontok secara berlebihan dan kulit menjadi lebih kering.

Masalah kulit ini juga bisa berdampak balik pada kondisi psikologis pasien. "Kulit bermasalah bisa bikin orang makin cemas, lalu kecemasan memperburuk kondisi kulit. Itu jadi lingkaran yang sulit diputus," ujar Desai.

Untuk mengatasi hal ini, dermatolog menekankan pentingnya perawatan kulit dan pengelolaan stres. Aktivitas seperti yoga, meditasi, dan tidur cukup dinilai penting untuk menstabilkan hormon. Selain itu, penggunaan produk gentle skincare dan konsultasi dengan dokter spesialis kulit juga diperlukan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement