Kamis 25 Apr 2024 00:14 WIB

Ajarkan Kemampuan Mengontrol Diri, Jangan Sampai Anak Kena Gaming Disorder

Anak perlu mempelajari kemampuan mengontrol diri, termasuk saat main gim daring.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Anak bermain game online (ilustrasi). Pemerintah segera merampungkan peraturan presiden (perpres) tentang perlindungan anak dari game online.
Foto: Dok. Freepik
Anak bermain game online (ilustrasi). Pemerintah segera merampungkan peraturan presiden (perpres) tentang perlindungan anak dari game online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus anak-anak kecanduan game online sudah semakin meresahkan. Di media sosial, warganet banyak yang menunjukkan perilaku ekstrem, bahkan kriminal, dari bocil yang kecanduan main gim daring.

Psikolog anak dan remaja dari Tiga Generasi, Mayang Gita Mardian, mengatakan orang yang mengembangkan perilaku ekstrem bisa jadi mengalami kecanduan gim (gaming addiction). Ini adalah istilah gangguan pada individu yang tidak mampu mengontrol perilaku dan memegaruhi hidup mereka dari berbagai aspek.

Baca Juga

Seseorang yang kerap memprioritaskan bermain gim daripada melakukan kegiatan positif lain dapat mengembangkan gangguan perilaku yang dinamakan gaming disorder. Riset menunjukan dari sebagian besar populasi pengguna digital, proporsi orang yang benar-benar mengembangkan gaming disorder masih sedikit.

"Tapi tentu harapannya jangan sampai ke situ, sehingga orang tua perlu benar-benar waspada," kata Mayang, Rabu (24/4/2024).

Pada dasarnya, menurut Mayang, bermain game termasuk dalam kegiatan screen time. Hal tersebut bisa terasa menyenangkan karena mengajak pengguna untuk terlibat.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement