Rabu 07 Feb 2024 16:25 WIB

Gen Z Cenderung Ingin Jadi Ibu Sempurna karena Alasan Ini

Ibu generasi Z akrab dengan teknologi sehingga memiliki kemampuan mengasuh lebih baik

Anak-anak bermain di Tebet Eco Park, Jakarta, Sabtu (23/12/2023). Ibu baru dari generasi Z memiliki kecenderungan untuk menjadi perfect mother.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Anak-anak bermain di Tebet Eco Park, Jakarta, Sabtu (23/12/2023). Ibu baru dari generasi Z memiliki kecenderungan untuk menjadi perfect mother.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Praktisi psikologi anak usia dini lulusan Universitas Indonesia Aninda mengatakan ibu baru dari generasi Z memiliki kecenderungan untuk menjadi perfect mother atau ibu yang sempurna dibandingkan generasi sebelumnya. Pasalnya, mereka merasa akrab dengan teknologi.

"Orang tua baru dari gen Z memiliki kecenderungan untuk menjadi perfect mother dibandingkan generasi sebelumnya, karena dia akrab banget sama teknologi, dan sudah biasa terpapar teknologi untuk mencari tahu pola asuh, sementara generasi sebelumnya harus tanya orang tua atau baca majalah dulu," kata Aninda dalam konferensi pers Smart Parenting di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga

Aninda mengatakan, ibu baru dari generasi Z yang berusia 18-27 tahun ini, memiliki ekspektasi menjadi ibu yang sempurna karena era sekarang paparan internet dan media sosial sudah sangat mudah sehingga banyak inspirasi mengenai pola asuh yang bisa diikuti.

Namun dengan paparan pola asuh dari media sosial tersebut membuat ibu baru memiliki ekspektasi yang berlebihan bahkan sampai melampaui kemampuan diri sendiri dan akhirnya membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Hal itu dapat membuat ibu baru menjadi burned out atau kelelahan secara fisik dan mental akibat perkembangan teknologi dan ekspektasi yang berlebihan.

"Riset dari Ohio University mengatakan 66 persen orang tua pasti pernah mengalami burned out yaitu kelelahan fisik maupun mental, disebabkan karena perkembangan teknologi yang membuat kita memiliki ekspektasi berlebihan," katanya.

Perkembangan teknologi juga menjadikan ibu baru mengalami banyak tuntutan karena melihat keluarga lain yang dirasa ideal sehingga jadi tidak bisa mengenal diri sendiri.

Aninda mengatakan seorang ibu baru perlu memiliki suasana hati yang baik agar bisa menjalani proses mengasuh anak dengan perasaan positif, menghargai diri sendiri atas pencapaian yang dilakukan saat merawat anak dan memiliki ikatan yang baik antara anak dan ibu.

Cara mengatasi kelelahan fisik dan mental yang dialami ibu baru, Aninda menyarankan untuk selalu menyempatkan diri untuk beristirahat, mengikuti komunitas ibu dan anak yang memiliki usia yang sama, dan berkonsultasi dengan profesional jika dirasa perlu. 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement