Rabu 15 Nov 2023 15:30 WIB

Rutin Makan Stroberi Disinyalir Bantu Tangkal Demensia dan Depresi

Hubungan konsumsi stroberi dan kesehatan otak disebutnya telah banyak dieksplorasi.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Buah stroberi. Mengonsumsi buah stroberi setiap hari diklaim dapat membantu menangkal demensia dan depresi.
Foto: EPA-EFE/ERIK ANDERSON AUSTRALIA AND NEW ZEAL
Buah stroberi. Mengonsumsi buah stroberi setiap hari diklaim dapat membantu menangkal demensia dan depresi.

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengonsumsi buah stroberi setiap hari diklaim dapat membantu menangkal demensia dan depresi. Temuan itu terungkap dalam studi terbaru yang digagas oleh tim peneliti dari Amerika Serikat dan telah dipublikasikan di jurnal Nutrients.

Baca Juga

Peserta penelitian yang makan stroberi setiap hari selama 12 pekan mengalami banyak perubahan positif. Efeknya, yaitu peningkatan suasana hati, berkurangnya masalah ingatan, dan penurunan gejala depresi pada orang dewasa paruh baya yang kelebihan berat badan. 

Ada lima pria dan 25 perempuan yang dibagi menjadi dua kelompok. Grup pertama menerima bubuk stroberi yang dibuat dari buah utuh, sedangkan kelompok kedua menerima bubuk kontrol yang dirancang dengan rasa yang sama, tetapi tidak memiliki nutrisi yang sama.

 

Jumlah porsi hariannya adalah 13 gram bubuk stroberi, atau setara dengan satu cangkir stroberi. Setelah 12 pekan, peserta yang diberi bubuk dari buah stroberi asli mengalami lebih sedikit kesalahan ketika mengerjakan tugas mendengarkan kata-kata. Mereka juga melaporkan tingkat gejala depresi yang lebih rendah.

Profesor Robert Krikorian dari Pusat Kesehatan Akademik Universitas Cincinnati, Ohio, AS, yang tergabung dalam tim peneliti mengatakan bahwa efek itu kemungkinan besar disebabkan oleh sifat antiinflamasi stroberi. Itu didapat dari kandungan antosianin dalam buah stroberi. "Selain itu, peradangan kemungkinan besar merupakan faktor yang berkontribusi terhadap gangguan metabolisme seperti obesitas, pra-diabetes, dan diabetes tipe dua," ujar Krikorian, seperti dikutip dari laman Mirror, Selasa (14/11/2023).

Wakil presiden senior di California Strawberry Commission, Chris Christian, yang tidak terlibat dalam studi mengaku sangat gembira dengan temuan tersebut karena menjadi tambahan bukti ilmiah khasiat stroberi. Hubungan antara konsumsi stroberi dan kesehatan otak disebutnya telah banyak dieksplorasi, baik dalam studi klinis maupun berbasis populasi.

Pelargonidin, zat biokimia yang terutama ditemukan dalam stroberi, dikaitkan dengan penurunan risiko demensia Alzheimer dalam penelitian yang dilakukan di Rush University. "Penelitian observasional jangka panjang, termasuk Health Professionals Study dan Nurses’ Health Study, juga menemukan bahwa orang yang sering makan stroberi memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih rendah," ujar Christian.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement