Kamis 09 Nov 2023 17:51 WIB

Kurang Populer Dibanding White Noise, Pink Noise Lebih Baik Buat Tidur?  

Pink noise adalah kombinasi white noise yang diperhalus oleh brown noise.

Rep: Santi Sopia/ Red: Friska Yolandha
Anak tidur (ilustrasi). Alih-alih white noise, pakar menyarankan tidur dengan pink noise.
Foto: www.freepik.com
Anak tidur (ilustrasi). Alih-alih white noise, pakar menyarankan tidur dengan pink noise.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sering kali ada istilah jenis suara tertentu yang dikaitkan dengan manfaat untuk mendukung aktivitas tidur seseorang. Misalnya, istilah white noise cukup populer dan dikenal untuk membantu bayi tidur lebih cepat dan nyenyak.

Sementara itu, ada juga pink noise, green noise hingga brown noise, yang diketahui merupakan suara gemuruh dengan frekuensi rendah. Kali ini ahli mengungkap bahwa selain white noise, ternyata pink noise juga menawarkan manfaat yang tidak kalah baik.

Baca Juga

Pink noise, yang merupakan kombinasi white noise yang diperhalus oleh brown noise, disebut merupakan pilihan paling efektif untuk meningkatkan kualitas tidur. Meski white noise membuat nyaman sebagian orang, tetapi warna lain, termasuk pink, brown, dan green, yang masing-masing memiliki manfaat berbeda dan berpotensi membantu tidur lebih nyenyak.

“Suara tentu saja tidak memiliki warna, meskipun memiliki spektrum yang serupa,” kata Stefan Chmelik, MSc, pakar kesehatan terintegrasi yang berspesialisasi dalam penggunaan teknologi suara, seperti dilansir dari laman Verywell Health, Rabu (8/11/2023). 

 

Menurut dia, warna' suatu suara mengacu pada spektrum kekuatan sinyal noise tertentu, dan setiap warna memiliki kualitas berbeda. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dewasa tertidur 38 persen lebih cepat saat mendengarkan white noise.

Sementara green noise, yang menampilkan frekuensi rentang menengah yang lebih kuat, mirip dengan suara alam tertentu, seperti aliran sungai atau laut, dianggap lebih menenangkan daripada white noise. Ini dapat membantu orang dengan kecemasan tidur bisa lebih nyenyak.

Sebaliknya, Danielle Wall, MD, pakar tidur dan dokter penyakit dalam di University of Vermont mengatakan brown noise adalah bunyi yang lebih dalam dibandingkan green dan white noise. Ini juga meniru suara yang ditemukan di alam, tetapi lebih merupakan suara gemuruh berfrekuensi rendah, menurut. Contoh brown noise, termasuk hujan lebat, petir, atau gelombang keras.

Brown noise dikatakan membantu produktivitas dan konsentrasi,” kata Wall kepada Verywell.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement