Selasa 31 Oct 2023 17:22 WIB

SM Entertainment dan NCT Dream 'Sentil' Penyelenggara Acara yang Catut Nama Mereka

Sebuah jenama terus menggunakan gambar NCT tanpa membayar royalti yang sesuai.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti
Grup K-pop NCT Dream. SM Entertainment dan NCT Dream mengingatkan penyelenggara yang mencatut nama mereka.
Foto: AP Photo/Korea Pool
Grup K-pop NCT Dream. SM Entertainment dan NCT Dream mengingatkan penyelenggara yang mencatut nama mereka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- SM Entertainment memberikan pernyataan terkait permasalahan terbaru yang melibatkan merek yang sebelumnya terkait dengan NCT Dream. SM Entertainment mengingatkan para penggemar terkait sebuah acara yang baru-baru ini diumumkan oleh merek tersebut tanpa persetujuan atau pembahasan sebelumnya dengan agensi.

“Kami ingin membahas masalah baru-baru ini dengan merek TEDDY ISLAND, di mana NCT Dream sebelumnya bertindak sebagai model iklan,” kata SM Entertainment, dilansir Soompi, Selasa (31/10/2023).

Baca Juga

Menurut pernyataan tersebut, pada 2022, SM Entertainment telah menandatangani kontrak sebagai model iklan dengan TEDDY ISLAND dan telah bekerja sama dalam pembuatan iklan dengan NCT Dream. Namun, TEDDY ISLAND gagal memenuhi kewajiban pembayaran yang telah disepakati, meskipun telah diingatkan berkali-kali oleh pihak agensi.

Selain itu, mereka terus menggunakan gambar para seniman dalam kegiatan komersialnya tanpa mendapatkan izin atau membayar royalti yang sesuai. Pada Mei 2023, TEDDY ISLAND secara sepihak mengumumkan acara fan sign tanpa mencapai kesepakatan final dengan SM Entertainment, sehingga acara tersebut tidak dapat dilanjutkan sesuai rencana.

 

Kemudian, pada Juni 2023, SM Entertainment memutuskan kontrak model iklan dengan TEDDY ISLAND dan meminta mereka untuk segera menghentikan penggunaan gambar dan materi iklan yang melibatkan seniman perusahan. Namun, TEDDY ISLAND terus menggunakan gambar para seniman di situs web mereka dan dalam materi iklan mereka tanpa izin, bahkan hingga saat ini.

Selain itu, TEDDY ISLAND hanya membayar sebagian dari biaya penampilan model setelah pemutusan kontrak. Lebih lanjut, mereka telah mengklaim bahwa SM Entertainment yang melanggar kontrak, padahal kenyataannya, pihak agensi telah menghentikan kontrak tersebut dengan benar.

Bahkan, baru-baru ini, TEDDY ISLAND mengumumkan acara pre-order yang menampilkan kartu foto dan merchandise dengan nama dan gambar para seniman dari NCT Dream tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan SM Entertainment. Pihak agensi mengungkapkan, mereka telah berupaya sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengajukan beberapa proposal kepada TEDDY ISLAND.

Salah satu proposal adalah untuk memulai kembali acara fan sign yang telah dibatalkan, yang telah sangat dinantikan oleh penggemar NCT Dream. Namun, upaya ini terbukti sia-sia, karena TEDDY ISLAND terus mengalihkan tanggung jawab atas pemutusan kontrak kepada SM Entertainment dan terus menyampaikan tuntutan yang tidak masuk akal.

Dalam rangka mencegah kerugian lebih lanjut terhadap artis dan penggemar, SM Entertainment merasa perlu untuk mengklarifikasi bahwa acara yang saat ini diumumkan dan dipromosikan oleh TEDDY ISLAND tidak memiliki keterkaitan atau persetujuan dari pihak mereka. Mereka juga mengimbau para penggemar untuk berhati-hati dalam menerima informasi yang disajikan oleh TEDDY ISLAND. Perlu dicatat bahwa pernyataan ini merupakan upaya SM Entertainment untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi dengan merek TEDDY ISLAND, serta untuk melindungi hak dan kepentingan NCT Dream dan penggemar mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement