Selasa 17 Oct 2023 16:41 WIB

Film Taylor Swift Eras ​​Tour Picu Perdebatan di Kalangan Fans, Ada Apa?

Fans Taylor Swift berdebat soal etika ketika menonton film Eras Tour.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift tampil konser Eras Tour. Film Taylor Swift: The Eras Tour memicu perdebatan di media sosial.
Foto: EPA-EFE/SARAH YENESEL
Penyanyi-penulis lagu Taylor Swift tampil konser Eras Tour. Film Taylor Swift: The Eras Tour memicu perdebatan di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taylor Swift: The Eras Tour menjadi film konser terlaris sepanjang masa di Amerika. Meski begitu, ternyata banyak keluhan disuarakan penonton yang sudah menyimaknya di bioskop. Bukan karena konten filmnya, tapi gara-gara banyak orang melakukan perilaku yang dianggap sangat mengganggu.

Masalahnya, para penggemar yang terlalu bersemangat "lupa" bahwa mereka ada di bioskop. Sebuah unggahan video di media sosial X/Twitter menunjukkan kondisi salah satu bioskop yang memutarkan Taylor Swift: The Eras Tour.

Baca Juga

Terlihat para penonton bernyanyi kencang, menyalakan senter ponsel dari kursi, bahkan menari mendekati layar di barisan depan. "Saya berada di pemutaran film terburuk yang pernah ada. Bahkan, saya tidak bisa mendengar suara Taylor," ujar pengguna X @catchfiresw*** yang mengunggah video tersebut.

Dikutip dari laman Hollywood Reporter, Selasa (17/10/2023), warganet lain yang juga menonton mengatakan banyak penonton yang sangat kasar dan tidak sopan, sampai-sampai ada beberapa yang diminta keluar dari ruangan. "Mereka benar-benar merusak pengalaman menonton banyak orang lainnya," kata dia.

 

Kondisi itu memicu perdebatan soal etiket menonton di bioskop. Penggemar Swift yang lain berharap orang-orang sadar bahwa Taylor Swift: The Eras Tour diputar di bioskop, bukan panggung live. Karena itu, seharusnya orang-orang menontonnya dengan tenang.

Namun, ada juga yang berpendapat itu adalah film konser sehingga seharusnya tidak apa-apa melakukan hal-hal seperti di konser.  "Dia (Swift) membuat ini untuk penggemar beratnya," ujar pengguna yang memandang film konser Swift sebagai pengalaman interaktif.

Terlepas dari berbagai argumen yang ada, Swift sendiri mengunggah tentang film tersebut di Instagram pada akhir Agustus dengan pernyataan "memperbolehkan" penonton bernyanyi bersama. "Pakaian khusus Era, gelang persahabatan, bernyanyi, dan menari sangat disarankan," ungkap Swift.

Dalam pernyataan sebelumnya mengenai pedoman kehadiran, distributor AMC Theatres memperbolehkan penonton menari dan bernyanyi sepanjang film konser. "Tapi mohon jangan menari di atas kursi atau menghalangi tamu lain saat menonton, berjalan, atau keluar dari auditorium," kata AMC.

Sebelum film dirilis, analis merek dari Morning Consult, Ellyn Briggs, menyamakan pemasaran film Eras Tour dengan cara Warner Bros merilis sinema Barbie. "Ya, ayo rencanakan memakai pakaian yang lucu, buat gelang persahabatan, dan pergi menonton bersama-sama," ucap Briggs.

Eras Tour mengumpulkan 92,8 juta dolar AS (Rp 1,45 triliun) dari 3.850 bioskop di Amerika Utara, serta total pendapatan 123,5 juta dolar AS (Rp 1,94 triliun) secara global di akhir pekan. Ini menandai pembukaan akhir pekan pada Oktober terbesar kedua sepanjang masa setelah film Joker pada 2019.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement