Rabu 11 Oct 2023 18:31 WIB

Kanker Serviks Bisakah 'Ditularkan' dari Dudukan Toilet Umum?

Kanker serviksi dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Wanita mengalami kanker serviks (ilustrasi). Kanker serviks disebabkan oleh berbagai hal.
Foto: www.freepik.com
Wanita mengalami kanker serviks (ilustrasi). Kanker serviks disebabkan oleh berbagai hal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker serviks merupakan pertumbuhan sel yang dimulai di leher rahim dan disebabkan oleh beberapa hal. Dari banyak hal tersebut, apakah kanker serviks bisa disebabkan dari dudukan toilet umum?

Dilansir laman Mayo Clinic, kanker serviks bisa disebabkan oleh aktivitas seksual tak biasa hingga karena penggunaan obat tertentu, namun tak disebutkan bisa menular dari dudukan toilet. Berbagai strain human papillomavirus disebut HPV yang berperan dalam menyebabkan sebagian besar kanker serviks. HPV adalah infeksi umum yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Baca Juga

Saat terkena HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus itu melakukan kerusakan. Namun pada sebagian kecil orang, virus ini dapat bertahan selama bertahun-tahun. 

Hal itu kemudian berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker. Setiap perempuan dapat mengurangi risikonya dengan melakukan tes skrining dan menerima vaksin yang melindungi terhadap infeksi HPV.

 

Sebagian besar kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah virus umum yang ditularkan melalui hubungan seksual. Bagi kebanyakan orang, virus tidak pernah menimbulkan masalah, biasanya hilang dengan sendirinya.

Namun bagi sebagian orang, virus dapat menyebabkan perubahan pada sel yang dapat menyebabkan kanker. Faktor risiko kanker serviks antara lain:

-Merokok tembakau

Merokok meningkatkan risiko kanker serviks. Ketika infeksi HPV terjadi pada orang yang merokok, infeksi itu cenderung bertahan lebih lama dan kecil kemungkinannya untuk hilang. HPV menyebabkan sebagian besar kanker serviks.

-Memiliki banyak pasangan seksual 

Semakin banyak jumlah pasangan seksual, semakin besar pula peluang seseorang tertular HPV.

-Aktivitas seksual dini

Berhubungan seks pada usia dini meningkatkan risiko HPV.

-Infeksi menular seksual lainnya

Menderita infeksi menular seksual lainnya juga disebut IMS, meningkatkan risiko HPV, yang dapat menyebabkan kanker serviks. IMS lain yang meningkatkan risiko termasuk herpes, klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/AIDS. 

-Sistem kekebalan tubuh melemah

Seseorang mungkin lebih mungkin terkena kanker serviks jika sistem kekebalannya melemah karena kondisi kesehatan lain dan menderita HPV.

-Paparan obat pencegahan keguguran

Jika sedang mengonsumsi obat yang disebut diethylstilbestrol juga dikenal sebagai DES saat hamil, risiko terkena kanker serviks mungkin meningkat. Obat ini digunakan pada 1950-an untuk mencegah keguguran. Ini terkait dengan jenis kanker serviks yang disebut adenokarsinoma sel bening.

Ketika kanker serviks terjadi, sering kali pengobatan pertama yang dilakukan adalah dengan pembedahan untuk mengangkat kanker. Perawatan lain juga diperlukan termasuk obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Pilihannya mungkin termasuk kemoterapi dan obat-obatan terapi.

Saat dimulai, kanker serviks mungkin tidak menimbulkan gejala. Seiring pertumbuhannya, kanker serviks dapat menimbulkan tanda dan gejala, seperti:

• Pendarahan vagina setelah berhubungan intim, di antara periode menstruasi, atau setelah menopause.

• Pendarahan menstruasi yang lebih deras dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

• Keputihan encer dan berdarah yang mungkin kental dan berbau busuk.

• Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement