Rabu 30 Aug 2023 17:14 WIB

Berat Badan Christian Bale Sempat Jadi Masalah di Film Batman Begins

Christian Bale tak ragu melakukan perubahan berat badan ekstrem ketika jadi Batman.

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Qommarria Rostanti
Aktor Christian Bale ketika memerankan Batman.
Foto: Warner/DC
Aktor Christian Bale ketika memerankan Batman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Christian Bale dikenal sebagai aktor yang memiliki dedikasi tinggi untuk peran yang dia mainkan. Bale bahkan tak ragu untuk melakukan perubahan berat badan yang ekstrem demi peran yang dia lakukan.

Ironisnya, perubahan berat badan Bale yang ekstrim sempat menjadi kendala dalam produksi film Batman Begins.

Sebelum terlibat dalam produksi film Batman Begins, Bale terlebih dahulu mengerjakan proyek film The Machinist.

Baca Juga

Untuk memerankan karakter Trevor Reznik dalam film tersebut, Bale harus menurunkan berat badan sebanyak 60 pon atau sekitar 27 kg, hingga tubuhnya menjadi sangat kurus.

 Kala itu, Batman merupakan peran yang diimpikan oleh banyak aktor.

Bale harus bersaing dengan sejumlah aktor papan atas lain seperti Billy Crudup dan Jake Gyllenhaal untuk mendapatkan peran Batman.

 Selain itu, film Batman Begins juga digarap oleh sutradara ternama Christopher Nolan.

 

Bekerja bersama Nolan dalam sebuah film merupakan impian bagi banyak aktor.

 Oleh karena itu, Bale berusaha keras untuk bisa mendapatkan peran Batman.

Sebagai Batman, Bale harus membesarkan tubuhnya agar tampak realistis saat menggunakan kostum Batman. Padahal, sekitar setahun sebelumnya Bale baru terlibat dalam film The Machinist yang mengharuskannya memiliki tubuh sangat kurus.



Tantangan tersebut tak membuat Bale patah semangat. Dia tetap melakukan beragam upaya agar tubuhnya membesar dan berotot seperti sosok Batman.



Dengan dedikasi yang besar tersebut, Bale berhasil menaikkan berat badannya sebanyak 100 pon atau sekitar 45 kg. Sayangnya, kenaikan berat badan tersebut jauh lebih besar dari yang diharapkan.



Nolan bahkan sempat merasa khawatir kostum Batman tidak muat untuk dikenakan oleh Bale. Akibatnya, Bale harus menurunkan berat badannya sebanyak 30 pon atau sekitar 14 kg sebelum proses syuting dimulai.



Ini bukan kali pertama Bale harus melakukan perubahan ekstrim pada berat badannya. Bale juga pernah menurunkan berat badannya untuk memerankan tawanan perang yang kelaparan dalam Rescue Dawn, lalu kembali membesarkan tubuhnya untuk persiapan syuting film The Dark Knight.



Setelah memperoleh badan yang besar untuk Batman, Bale kembali menurunkan massa otot dan menambah berat badannya untuk memerankan pelatih tinju yag kecanduan narkoba, Dicky Eklund, dalam The Fighter. Lalu setelahnya, Bale harus memperbesar tubuh dan massa ototnya kembali untuk memerankan Batman dalam The Dark Knight Rises.



Transformasi tubuh Bale yang dramatis untuk beragam peran yang dia mainkan berhasil mengundang decak kagum dari banyak kalangan, termasuk rekan-rekannya di industri perfilman. Bale bahkan berhasil memenangkan Piala Oscar pertamanya dalam kategori "Best Supporting Actor" untuk film The Fighter pada gelaran Academy Awards 2011.



Sejak saat itu, Bale kerap melakukan transformasi berat badan untuk berbagai peran yang dia mainkan. Bale pernah memiliki tubuh obesitas untuk film American Hustle dan kembali memiliki tubuh berotot untuk film Exodus: Gods and Kings.



Tak lama setelah itu, Bale kembali menambah berat badannya dan menjadi obesitas untuk memerankan Dick Cheney dalam Vice. Kemudian, Bale menurunkan berat badannya untuk film Ford v Ferrari.



Kemampuan Bale untuk mengubah berat badannya dalam waktu relatif singkat ini menuai pujian dari rekan sesama aktornya, Matt Damon. Damon bahkan menyebut Bale memiliki kedisiplinan tinggi seperti seorang biarawan.

"Melihat (kedisiplinan itu) sangat menakjubkan," ujar Damon, seperti dilansir Collider pada Rabu (30/8/2023).

Meski mendapatkan banyak pujian hingga penghargaan, Bale mengungkapkan bahwa dia akan berhenti mentransformasi bentuk tubuhnya. Dalam kampanye promosif film Ford v Ferrari, Bale mengungkapkan bahwa dia ingin berhenti mengubah-ubah bentuk tubuhnya secara ekstrim karena perubahan tersebut membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mentalnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement