Jumat 25 Aug 2023 21:22 WIB

Tidur Berkualitas Bikin Orang Lebih 'Kebal' dari Gangguan Mental

Tidur berkualitas berkaitan dengan lebih rendahnya gejala depresi dan kecemasan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Tidur berkualitas (ilustrasi). Tidur yang berkualitas dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental.
Foto: Needpix
Tidur berkualitas (ilustrasi). Tidur yang berkualitas dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stres kronis merupakan salah satu faktor risiko terbesar dari sejumlah gangguan kesehatan mental termasuk depresi dan kecemasan patologis. Kabar baiknya, tidur yang berkualitas dapat membantu mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental ketika orang-orang dihadapkan pada situasi atau pengalaman penuh tekanan.

Temuan ini diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti di University of York. Studi ini melibatkan lebih dari 600 partisipan selama pandemi Covid-19 pada 2020. Seperti diketahui, pandemi yang terjadi pada 2020 merupakan periode penuh tekanan yang memicu stres berkepanjangan pada cukup banyak orang.

Baca Juga

"Kami menemukan bahwa kualitas tidur yang lebih baik berkaitan dengan lebih rendahnya (kemunculan) gejala depresi dan kecemasan," terang peneliti sekaligus mahasiswa PhD dari University of York, Emma Sullivan, seperti dilansir Science Daily pada Jumat (25/8/2023).

Manfaat dari tidur yang berkualitas ini dapat bekerja secara optimal bila diimbangi dengan strategi coping yang baik. Salah satu contoh dari strategi coping tersebut adalah kemampuan untuk melihat sisi positif dari situasi penuh tekanan.

"Tidur memainkan peran yang sangat penting dalam manajemen stres kronis (jangka panjang) dan bisa memelihara kesejahteraan dalam waktu yang lama, mengurangi kemunculan gejala-gejala depresi serta kecemasan," ujar supervisor PhD dari Departemen Psikologi di University of York, dr Scott Cairney.

Menurut Sleep Foundation, tidur yang berkualitas dapat dikenali dengan beberapa karakteristik. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah bisa tertidur dalam waktu kurang dari 30 menit setelah berbaring di kasur, tidak terbangun sepanjang malam, durasi tidur sesuai rekomendasi, serta bangun dalam kondisi berenergi dan segar di pagi hari.

Bagi orang-orang yang belum mendapatkan tidur berkualitas, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya. Berikut ini adalah beberapa upaya untuk memperbaiki kualitas tidur menurut Sleep Foundation, seperti dikutip dari laman resmi mereka:

1. Hindari paparan televisi, kompoter, atau gawai minimal 30 menit sebelum jam tidur.

2. Buat suasana kamar tidur menjadi gelap, terhindar dari suara bising, serta memiliki suhu yang sejuk.

3. Selalu tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, termasuk pada hari libur.

4. Atur jadwal tidur agar mendapatkan durasi tidur yang direkomendasikan. Untuk orang dewasa, durasi yang direkomendasikan minimal tujuh jam per malam.

5. Ciptakan kebiasaan jelang tidur yang merelaksasi, seperti mendengar audiobook, berendam air hangat, atau menulis jurnal.

6. Jauhi kafein minimal lima jam sebelum jadwal tidur.

7. Berjemur di pagi hari, sekitar 15-30 menit untuk memperbaiki irama sirkadian.

8. Cari pertolongan profesional bila semua cara ini tidak dapat membantu memperbaiki kualitas tidur.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement