Rabu 09 Aug 2023 11:24 WIB

Jangan Dipakai, Ini Ciri-Ciri Kontainer Plastik yang Berbahaya untuk Simpan Makanan

Kontainer plastik untuk menyimpan makanan relatif murah dan mudah ditemukan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Wadah makanan plastik atau kontainer makanan plastik. Beberapa plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ketika bersentuhan dengan makanan.
Foto: Pikrepo
Wadah makanan plastik atau kontainer makanan plastik. Beberapa plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ketika bersentuhan dengan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyimpan makanan di wadah berbahan plastik sangat lumrah dilakukan. Selain karena relatif murah dan mudah ditemukan, kontainer berbahan plastik juga dianggap bisa menyimpan makanan dengan baik.

Persoalannya, apakah makanan yang disimpan dalam kontainer plastik ini aman dikonsumsi? Ahli gastroenterologi di Regency Super Speciality Hospital India, dr Praveen Jha, mengatakan bahwa keamanan menyimpan makanan dalam wadah plastik bergantung pada jenis plastik dan tujuan penggunaannya.

Baca Juga

"Beberapa plastik dapat melepaskan bahan kimia berbahaya ketika bersentuhan dengan makanan, terutama jika dipanaskan atau digunakan untuk makanan asam atau berlemak," kata Jha, seperti dilansir Indian Express, Rabu (9/8/2023).

Jenis plastik yang umum digunakan dalam kontainer plastik adalah PETE/PET, yang dikenal sebagai polietilena tereftalat. Ini umumnya dianggap aman untuk penggunaan sekali pakai, tetapi tidak cocok untuk penggunaan berulang atau pemanasan.

Dokter Jha merekomendasikan untuk selalu memeriksa apakah plastik tersebut berlabel aman atau tidak, sebelum pada akhirnya menggunakannya. Meskipun menyimpan makanan dalam kontainer plastik mungkin sudah biasa, masalah utama yang menjadi pertimbangan untuk tidak menggunakannya adalah proses leaching zat-zat dari plastik ke dalam makanan.

Oleh karena itu, makanan yang bersifat panas, berminyak, dan asam tidak boleh disimpan dalam wadah plastik. Jika tidak, makanan bisa terkontaminasi bahan kimia.

"Anda juga harus menghindari penggunaan kontainer plastik yang sudah lama, tergores, atau rusak karena itu mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk melarutkan bahan kimia ke dalam makanan," kata dr Jha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement