Selasa 08 Aug 2023 15:59 WIB

Mau Usus Sehat? Ahli Gizi Sarankan Konsumsi 12 Makanan Ini

Konsumsi makanan yang bervariasi dan berwarna-warni.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Aneka buah-buahan seperti beri bisa membantu menjaga kesehatan usus/ilustrasi.
Foto: www.freepik.com
Aneka buah-buahan seperti beri bisa membantu menjaga kesehatan usus/ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada lebih dari 40 triliun bakteri di dalam tubuh, yang penting untuk mendukung proses pencernaan makanan hingga melindungi dari infeksi. Sebagian besar bakteri itu hidup di usus kita. Jadi, masuk akal jika seseorang menjaga usus dan saluran pencernaan tetap sehat. 

Ahli gizi bersertifikat Eli Brecher mengatakan, untuk memiliki usus yang sehat, seseorang perlu mendorong keanekaragaman mikroba. Cara paling mudah untuk meningkatkan kesehatan usus dan saluran pencernaan adalah dengan menyantap jenis makanan yang tepat.

Baca Juga

"Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan berwarna-warni, dan menghindari makan hal yang sama setiap hari, bisa mendorong keanekaragaman mikroba," ujarnya. Berikut sejumlah makanan yang dia rekomendasikan, dikutip dari laman Woman and Home, Selasa (8/8/2023). 

1. Makanan fermentasi 

Makanan fermentasi mengandung probiotik, yaitu bakteri ramah yang bagus untuk kesehatan usus. Brecher menjelaskan, bakteri baik membantu tubuh dalam banyak hal, sekaligus melawan bakteri jahat saat jumlahnya terlalu banyak dalam tubuh. 

 

2. Alpukat 

Alpukat merupakan sumber lemak baik dan kaya serat. Penelitian oleh University of Illinois juga menemukan peserta yang makan alpukat setiap hari memiliki mikrobioma usus yang lebih beragam, yang membantu memecah serat dan mendukung kesehatan usus 

 

3. Asparagus 

Sayuran hijau yang kaya ini kaya akan serat prebiotik alias bahan bakar untuk bakteri probiotik. Tubuh membutuhkan prebiotik dan probiotik dalam jumlah cukup untuk menjaga usus tetap sehat. Asparagus juga merupakan sumber vitamin K yang baik. 

 

4. Biji chia 

Dikenal sebagai makanan super, biji chia menawarkan nutrisi maksimal dengan kalori minimal, belum lagi tinggi protein. Dalam hal kesehatan usus kita, biji chia amat penting karena merupakan serat larut, yang berarti membantu usus bekerja dengan baik. 

 

5. Oat 

Oat juga termasuk makanan berprotein tinggi dan rendah kalori. Ini adalah salah satu makanan terbaik untuk mendukung pencernaan, karena mengandung serat larut dan telah terbukti mendukung kesehatan usus dengan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. 6. Pir Pir adalah makanan prebiotik lain yang memberi makan bakteri usus. Kelebihan lainnya, buah pir mengandung pektin, sejenis serat yang membantu menurunkan kolesterol. Berkat itu, buah pir bisa meredakan sembelit dan meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. 

 

7. Kombucha 

Minuman teh dingin fermentasi bersoda ringan dengan rasa sedikit asam ini sudah terkenal untuk mendukung fungsi usus. Terbuat dari kultur bakteri yang menghasilkan probiotik selama proses fermentasi, kombucha sangat baik untuk kesehatan pencernaan. 

 

8. Lentil 

Lentil, bersama dengan kacang polong lainnya seperti kacang polong, buncis, dan kacang merah adalah deretan makanan menjaga kesehatan usus. Dengan sekitar 15g serat per cangkir, menyantap lentil adalah cara yang bagus untuk mendapatkan lebih banyak serat. 

 

9. Beri 

Buah blueberry, blackberry, dan raspberry kaya antioksidan, yang bisa membantu melindungi lapisan usus dari stres oksidatif. Buah-buahan itu juga sarat dengan serat prebiotik untuk keseimbangan mikrobioma sekaligus membantu mengurangi peradangan di usus. 

 

10. Jahe 

Jahe punya sifat antiinflamasi yang baik untuk melawan peradangan dalam tubuh. Dari perspektif kesehatan usus, jahe juga sangat bermanfaat karena membantu pencernaan dengan merangsang produksi enzim pencernaan dan merupakan pencahar alami. 

 

11. Biji rami 

Flax seed atau biji rami termasuk makanan yang baik untuk usus, sebab sangat kaya serat. Mengonsumsinya dengan dicampur dengan air akan dapat membantu buang air besar secara teratur. Flax seed juga bersifat antiinflamasi sehingga mengurangi ketidaknyamanan di usus. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement