Kamis 27 Jul 2023 07:26 WIB

Duka untuk Almarhumah Sinead O'Connor, dari Bryan Adams Hingga Conor McGregor

Ucapan duka untuk meninggalnya Sinead O'Connor datang dari berbagai tokoh.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti
Penyanyi Sinead O'Connor. O'Connor dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (26/7/2023). Ucapan duka pun mengalir untuknya, termasuk dari Bryan Adams hingga Conor McGregor.
Foto: EPA
Penyanyi Sinead O'Connor. O'Connor dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (26/7/2023). Ucapan duka pun mengalir untuknya, termasuk dari Bryan Adams hingga Conor McGregor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar meninggalnya penyanyi Irlandia Sinead O'Connor yang diumumkan pada Rabu (26/7/2023) menorehkan duka mendalam pada banyak kalangan. Penggemar dan relasinya berduka. Ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir pun terus mengalir.

Di antara mereka yang mengenang sang musisi, salah satunya adalah Perdana Menteri Irlandia, Leo Varadkar. Menurut sang perdana menteri, O'Connor telah menghadirkan musik yang dicintai di seluruh dunia dan bakatnya tak tertandingi.

Baca Juga

Dalam sebuah cicitan, seniman bela diri campuran Irlandia, Conor McGregor, turut berduka mendengar kabar wafatnya O'Connor. McGregor mengatakan, dunia telah kehilangan seorang seniman dengan suara indah.

"Irlandia telah kehilangan suara ikonik dan salah satu yang terbaik. Saya kehilangan seorang teman. Beristirahatlah dalam damai, Sinead, kau sudah di rumah bersama putramu, saya yakin," kata McGregor, dikutip dari laman Sky-News, Kamis (27/7/2023). Putra O'Connor yang berusia 17 tahun, Shane, meninggal dunia karena bunuh diri tahun lalu.

 

Ucapan belasungkawa juga berdatangan dari musisi lintas genre. Penyanyi Kanada Bryan Adams mengenang ketika bekerja bersama O'Connor di Irlandia. Dia mengaku sangat suka bekerja dan mengobrol dengan almarhumah, baik itu untuk show maupun pemotretan.

Rapper Ice-T salut kepada sosok O'Connor yang memperjuangkan banyak hal selama kiprah bermusiknya. Sementara, Ian Brown dari band rock The Stone Roses menulis bahwa momen kolaborasinya dengan O'Connor adalah hal yang sangat menakjubkan.

Grup indie 1990-an Massive Attack mengatakan band itu merasa hancur mendengar kabar kematian O'Connor. Penyanyi Inggris Alison Moyet pun menyebut bahwa suara O'Connor selama kiprahnya telah berhasil "memecahkan batu" secara bertahap.

Menteri Pertama Skotlandia Humza Yousaf menyampaikan penghormatannya via Twitter, menggunakan nama Muslim O'Connor yang jadi mualaf pada 2018. "Sinead/Shuhada adalah bakat musik unik yang tidak diragukan lagi menginspirasi banyak orang untuk berbicara tentang kesehatan mental mereka sendiri dengan begitu terbuka tentang perjuangannya sendiri. Belasungkawa untuk keluarganya, teman-teman, dan semua orang yang mencintainya," ujar Yousaf.

Karier bermusik O'Connor dimulai sejak 1986, meski dia baru merilis album studio debutnya pada 1987. Hingga kini, dia masih aktif berkarya. Salah satu proyek teranyarnya yakni menyanyikan lagu tema pembuka untuk musim ketujuh serial drama sejarah "Outlander".

Komposer musik acara tersebut, Bear McCreary, membuat cicitan bahwa dia amat kehilangan sosok O'Connor, menyebutnya sebagai "penyair pejuang". McCreary mengungkapkan bahwa dia sebenarnya sedang dalam proses menulis lagu baru bersama O'Connor. Sayangnya, lagu itu sekarang tidak akan pernah selesai. "Kita semua kehilangan ikon. Saya kehilangan seorang teman," kata McCreary.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement