Kamis 20 Jul 2023 16:35 WIB

Waspadalah, 4 Cara Bicara Seperti Ini Bisa Jadi Pertanda Demensia

Demensia sering kali dikaitkan dengan keluhan pikun atau mudah lupa.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 55 juta orang di dunia yang hidup dengan demensia.   (ilustrasi)
Foto: www.pixabay.com
Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 55 juta orang di dunia yang hidup dengan demensia. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Demensia merupakan salah satu penyebab disabilitas dan ketergantungan terbesar di kalangan lansia. Akan tetapi, penderita demensia bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik bila mereka mendapatkan terapi pengobatan lebih awal.

Salah satu kunci penting untuk menemukan kasus demensia lebih awal adalah dengan mewaspadai gejala-gejalanya. Terlebih demensia sering kali dikaitkan dengan keluhan pikun atau mudah lupa.

Baca Juga

Sebenarnya, pikun bukanlah satu-satunya gejala yang umum ditemukan pada kasus demensia. Penderita demensia juga bisa merasakan sejumlah gejala lain, termasuk gejala yang berkaitan dengan kemampuan bicara.

Menurut Dementia UK, penderita demensia biasanya menunjukkan empat perubahan saat berbicara dengan orang lain. Berikut ini adalah keempat perubahan tersebut, seperti dilansir Express pada Kamis (20/7/2023):

1. Sulit menemukan kata yang tepat

2. Sering mengulang suatu pembicaraan

3. Sulit menciptakan atau mengikuti percakapan

4. Menjadi semakin pendiam dan semakin menarik diri

Selain perubahan pada cara bicara, penderita demensia juga dapat mengalami sejumlah gejala lain. Sebagian dari gejala tersebut adalah kehilangan minat untuk bersosialisasi, penurunan kepercayaan diri, perubahan kepribadian dan perilaku, serta kesulitan berkonsentrasi.

Beberapa gejala lain dari demensia adalah kesulitan melakukan hal-hal yang sebelumnya kerap dilakukan dan mudah lupa. Penderita demensia juga kerap kebingungan mengenai waktu dan tempat serta sering mengalami perubahan suasana hati.

Seperti diketahui, demensia merupakan istilah payung untuk serangkaian penyakit yang mempengaruhi kemampuan daya ingat, berpikir, hingga keterampilan seseorang dalam menjalani keseharian. Sekitar 60-70 persen kasus demensia merupakan penyakit Alzheimer.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 55 juta orang di dunia yang hidup dengan demensia. Selain itu, kasus demensia lebih banyak ditemukan pada wanita dan lansia. "Demensia memiliki dampak fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, bukan hanya bagi penderita yang hidup dengan demensia, tetapi juga perawat mereka, keluarga, dan masyarakat luas," jelas WHO melalui laman resmi mereka.

Saat ini, belum ada obat atau terapi yang dapat menyembuhkan demensia. Akan tetapi, ada sejumlah terapi dan perawatan penunjang yang dapat membantu para penderita demensia.

Semakin cepat terapi pengobatan diberikan, manfaat yang didapatkan oleh penderita demensia akan semakin besar. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mewaspadai gejala demensia pada orang-orang terdekat. Bila menemukan gejala demensia pada orang terdekat, segera ajak orang tersebut untuk mencari bantuan medis. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement