Kamis 13 Jul 2023 23:30 WIB

FDA Diminta Selidiki Minuman Energi Logan Paul, Kadar Kafeinnya Setara Setengah Lusin Coke

Minuman energi Logan Paul populer di kalangan anak-anak AS.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Youtuber Logan Paul membuat minuman energi Prime yang menjadi populer di kalangan anak-anak.
Foto: EPA-EFE/NINA PROMMER
Youtuber Logan Paul membuat minuman energi Prime yang menjadi populer di kalangan anak-anak.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Minuman energi yang populer di kalangan anak-anak mendapat pengawasan dari anggota parlemen dan pakar kesehatan Amerika Serikat karena tingkat kafeinnya yang berpotensi berbahaya. Senator Charles Schumer meminta Food and Drug Administration (FDA) untuk menyelidiki merek minuman yang dibuat oleh bintang Youtube Logan Paul dan KSI, Prime.

Minuman itu telah menjadi semacam obsesi di antara legiun pengikut muda influencer tersebut. "Salah satu simbol status terpanas musim panas untuk anak-anak bukanlah pakaian atau mainan, melainkan minuman," kata Schumer, dilansir Associated Press, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga

Namun, Schumer mengatakan minuman yang sedang tren di kalangan anak muda itu bisa menimbulkan masalah kesehatan serius. "Pembeli dan orang tua berhati-hatilah karena ini merupakan masalah kesehatan yang serius bagi anak-anak yang menjadi sasarannya," ujar Schumer.

Didukung oleh dua bintang Youtube yang paling terkenal, Prime langsung menjadi sensasi saat diluncurkan pada tahun lalu. Perilisannya memicu antrean panjang di toko grosir.

Mengiklankan dirinya sebagai nol gula dan vegan, minuman kaleng berwarna neon itu merupakan salah satu minuman berenergi dengan kadar kafein yang semakin meningkat. Dalam kasus Prime, 200 miligram per 340 gram, setara dengan sekitar setengah lusin kaleng Coke atau hampir dua Red Bull.

Kandungan yang tinggi itu mendorong larangan dari beberapa sekolah di Inggris dan Australia, di mana beberapa dokter anak memperingatkan kemungkinan efek kesehatan pada anak kecil, seperti masalah jantung, kecemasan, dan pencernaan. FDA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sedang meninjau surat Schumer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement