Selasa 04 Jul 2023 15:16 WIB

Turbulensi Pesawat Bikin Trauma? Ini Pengakuan Mantan Pramugari

Para kru pesawat dilatih untuk mengelola serangan kecemasan saat turbulensi.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Pesawat mengalami turbulensi sering memicu kepanikan penumpang (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Pesawat mengalami turbulensi sering memicu kepanikan penumpang (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pertanyaan yang sering diajukan kepada kru pesawat adalah tentang pengalaman turbulensi. Seorang mantan pramugari bernama Jay Roberts, yang juga merupakan awak kabin senior untuk Emirates, mengungkap rahasia mengapa kru pesawat tidak mengkhawatirkan turbulensi.

Bahkan awak kabin, kata dia, justru menikmati ketika terjadi turbulensi. Roberts bekerja sebagai awak kabin selama 13 tahun di beberapa penerbangan terpanjang di dunia. Menurut dia, jarang sekali terjadi turbulensi ekstrem atau parah. Berikut jawaban Roberts soal pengalaman turbulensi, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (4/7/2023).

Baca Juga

Apakah Anda khawatir dengan turbulensi?

“Turbulensi bukan hanya tidak pernah membuat saya takut, tetapi saya juga menantikannya,” jawab Roberts.

Pesawat biasanya bisa mengalami turbulensi sedang di beberapa daerah pada rute tertentu. Misalnya, di wilayah udara sekitar Kuala Lumpur (Malaysia) atau Singapura. Roberts mengaku akan selalu merencanakan waktu istirahat untuk berada di ranjang kru pada saat terbang melewati area tersebut dalam penerbangan panjang ke Australia. Ketika terjadi turbulensi, dia bisa beristirahat sejenak untuk tidur.

 

Apakah ada orang yang menjadi panik?

Mereka yang sudah bertahun-tahun punya pengalaman di atas awan hampir tidak peduli ketika keadaan menjadi berubah. Sebaliknya, kru baru akan berusaha menyembunyikan kepanikan mereka untuk menghindari menakut-nakuti penumpang, sementara yang lain akan menghilangkan kekhawatiran mereka sama sekali.

“Ketika saya bekerja sebagai anggota kru senior, membimbing dan mengawasi pramugari yang lebih baru, beberapa seperti takut dan kesal, terutama karena mereka belum pernah terbang sebelum mengambil pekerjaan sebagai pramugari, dan seluruh pengalaman penerbangan itu baru bagi mereka,” ujar dia.

 

Adakah pengalaman turbulensi yang mengerikan?

Turbulensi terburuk yang pernah dia alami, yaitu ketika terbang di dalam AS, karena cuaca buruk yang dihasilkan dari udara dingin yang turun dari Kanada berbenturan dengan udara hangat dan lembap dari Teluk Meksiko.

Dia menambahkan, pengalaman buruk lainnya ketika penerbangan melintasi Garis Khatulistiwa. Tapi, selama bertahun-tahun terbang, dia belum pernah berada dalam penerbangan yang mengalami turbulensi parah atau ada orang yang terluka karena itu.

 

Pelatihan seperti apa yang dimiliki pramugari dalam menghadapi penumpang yang gugup?

Pelatihan utama awak kabin mengalami turbulensi adalah bagaimana mempersiapkannya, apa yang harus dilakukan selama itu, dan cedera yang akan dialami setelahnya. Sebagian besar pelatihan medis menangani cedera kepala, leher, dan tulang belakang yang sering kali mengikuti turbulensi parah. Selain itu, fokus untuk mengobati luka bakar yang disebabkan oleh cairan panas yang tumpah ke penumpang akibat turbulensi.

Mengelola serangan kecemasan adalah keterampilan yang juga diajarkan kepada kru pesawat selama bagian dari program pelatihan awak kabin. Roberts menerapkan keahlian ini dalam penerbangan dari London ke Dubai sambil bekerja sebagai pengawas kabin di bidang ekonomi.

Pengalaman adalah pelatihan terbaik yang didapat awak kabin saat menghadapi turbulensi. Seiring waktu, kru belajar cara berbicara dengan penumpang, apa yang harus dikatakan untuk menjelaskan dengan baik apa yang terjadi, dan cara terbaik untuk menenangkan saraf.

“Kalimat saya yang paling berguna adalah "Anda tidak takut saat menabrak gundukan di jalan, jadi mengapa Anda takut saat menabrak lubang di langit?" Alasan ini selalu membuat penumpang lebih tenang,” ujar dia.

Dia menambahkan pada dasarnya sifat manusia adalah takut pada apa yang tidak mereka lihat. Karena kita tidak dapat melihat turbulensi dan penumpang tidak dapat melihat bagaimana reaksi pilot, imajinasi mereka cenderung menjadi ketakutan ketika guncangan terjadi.

Roberys sering memberi tahu penumpang bahwa kita mungkin mengira pilot duduk di depan melawan guncangan itu dengan panik karena itulah yang kita lihat di film. Tetapi, yang terjadi sebenarnya, mereka bahkan tidak terganggu oleh itu dan hanya mencoba mencari jalan keluar dari gundukan dengan naik lebih tinggi atau di sekitar wilayah udara yang bergelombang. Pilot memutar beberapa tombol, memeriksa radar untuk cuaca, dan kembali membaca buku mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement