Rabu 28 Jun 2023 20:05 WIB

Sutradara Top Beberkan Kekurangan Film Superhero Modern

'Orang-orang menjadi sangat malas dengan cerita film superhero.'

Rep: Santi Sopia/ Red: Qommarria Rostanti
Pahlawan super besutan DC. Sutradara James Gunn membeberkan kekurangan film superhero.
Foto: HBO Max
Pahlawan super besutan DC. Sutradara James Gunn membeberkan kekurangan film superhero.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara papan atas Hollywood, James Gunn, melihat bahwa genre film superhero atau pahlawan super masih terus berkembang. Namun, dia juga memiliki kritik terhadap industri tersebut.

Sekarang, sebagai co-CEO DC Studios bersama Peter Safran, Gunn tampaknya ingin mengubah status quo. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di podcast "Inside of You" milik Michael Rosenbaum, Gunn berbagi pandangannya terkait beberapa kekurangan film superhero modern.

Baca Juga

"Orang-orang menjadi sangat malas dengan cerita pahlawan super. Mereka telah mencapai tempat di mana, 'Oh, ini adalah pahlawan super, mari kita buat film tentangnya'. Kemudian, 'Oh, ayo buat sekuel' karena yang pertama berhasil dengan baik,” kata Gunn, seperti dikutip dari laman EW, Selasa (27/62023).

Menurut sutradara The Suicide Squad itu, ketika sekarang orang membuat genre superhero, banyak yang tidak berpikir tentang apa cerita itu spesial? Apa yang membuat cerita ini berbeda dari cerita lainnya? Atau apa inti dari semuanya?

 

Kemudian juga tentang mengapa karakter superhero dalam film tersebut penting? Apa yang membuat cerita ini berbeda sehingga memenuhi kebutuhan orang-orang di bioskop untuk menonton?

Bukan rahasia lagi bahwa genre superhero tahun ini belum ada yang menjadi raksasa box office. Padahal genre superhero bisa terus merajai box office dalam dekade terakhir. Film Guardians of the Galaxy, Vol. 3 meraih kesuksesan box office terbesar kedua tahun ini, tetapi calon blockbuster seperti Ant-Man and the Wasp: Quantumania dan The Flash milik DC sendiri kesulitan mendapatkan penonton.

"Orang-orang menjadi sedikit malas. Saya menonton babak ketiga film superhero di mana saya benar-benar merasa tidak ada alasan untuk apa yang terjadi," kata Gunn.

Gunn yang tidak menyebutkan judul apa pun secara spesifik, secara vokal mendukung film-film yang ia buat setelah mengambil alih DC Studios. Misalnya, dia memberi catatan tentang sekuel yang gagal fokus pada "apa yang membuat cerita ini berbeda dari cerita lain". Kritikan itu seperti cukup relevan untuk Shazam! Fury of the Gods dan The Flash.

Gunn punya beberapa ide tentang cara menyegarkan genre. Salah satunya adalah membuat lebih sedikit film superhero dan tidak "berlebihan". Hal itu meskipun rezim baru DC telah mengumumkan beberapa proyek, termasuk film Superman: Legacy yang akan disutradarai oleh Gunn. Cara lainnya adalah dengan memvariasikan subgenre.

Gunn menyukai film superhero yang sangat serius, dan juga yang sangat komedi. Dia suka dengan misteri pembunuhan, tapi terkait dengan pahlawan super.

Gunn senang melihat jenis cerita yang berbeda, dibandingkan kisah sama diceritakan berulang kali. Hal itu bisa tercermin dalam beberapa film di daftar baru DC, seperti Supergirl: Woman of Tomorrow (berdasarkan serial komik oleh Tom King dan Bilquis Evely yang berlangsung hampir seluruhnya di planet asing).

Kemudian Batman: The Brave and the Bold, yang mana akan ada bersama waralaba The Batman Robert Pattinson dan mungkin bertujuan untuk kesan yang lebih ringan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement