Senin 01 May 2023 14:00 WIB

Selain Motif Animal Print, Busana Seperti Ini Juga Cenderung Dihindari Sepanjang 2023

Menurut jajak pendapat di AS, motif animal print tak terlalu diminati tahun ini.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Motif binatang bisa membantu mendongkrak penampilan dalam sekejap. Tahun ini, orang cenderung menghindari motif animal print.
Foto: Freepik
Motif binatang bisa membantu mendongkrak penampilan dalam sekejap. Tahun ini, orang cenderung menghindari motif animal print.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren mode selalu berubah, dan cukup sulit untuk selalu mengikutinya sepanjang waktu. Akan tetapi, studi terbaru mengungkap banyak prediksi tren fashion 2023 sehingga pencinta mode bisa punya gambaran mengenai busana yang tak ketinggalan zaman.

Dikutip dari laman Study Finds, Senin (1/5/2023), busana dengan motif animal print disinyalir tidak masuk ke tren mode 2023. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terhadap 2.000 orang dewasa AS yang digagas oleh VistaPrint dan dilakukan oleh OnePoll.

Baca Juga

Dari sekian responden yang terlibat, sebanyak 29 persen mengaku hendak menghindari busana dengan motif animal print. Studi juga menemukan hal-hal lain yang cenderung dihindari, seperti baju bertuliskan kata umpatan (38 persen), foto diri sendiri (34 persen), gambar orang asing (33 persen), frase atau slogan yang umum (33 persen), dan sindiran (29 persen).

Mode tahun ini akan berfokus pada corak tie-dye (35 persen), kemeja bersaku (33 persen), dan busana dengan potret fotografi (33 persen). Sementara, tren pakaian yang dianggap terbaik saat ini adalah pakaian dengan kutipan yang mewakili diri (32 persen), berwarna cerah (31 persen), atau menampilkan logo merek di bagian depan (31 persen).

 

Sebanyak 58 persen responden setuju bahwa pilihan pakaian seseorang menunjukkan banyak hal tentang kepribadian. Menurut 57 persen responden, menunjukkan identitas paling baik dilakukan melalui pakaian custom. Ada 45 persen orang yang suka mengekspresikan diri melalui pakaian custom atau yang dipersonalisasi.

Khusus untuk generasi muda, 54 persen Gen Z dan milenial yang disurvei sengaja membeli pakaian custom untuk mencerminkan kepribadian. Sejumlah 53 persen Gen Z dan milenial mengaku melakukan itu untuk mendukung usaha kecil.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement