Sabtu 25 Mar 2023 05:41 WIB

Obesitas yang Diderita Ibu Bisa 'Menurun' kepada Anak Perempuan

Anak perempuan yang lahir dari ibu obesitas, berisiko lebih tinggi obesitas juga.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Bayi sedang menimbang berat badan (ilustrasi). Studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society mengungkapkan, anak perempuan yang lahir dari ibu obesitas atau memiliki berat badan berlebih, berisiko lebih tinggi untuk obesitas juga.
Foto: www.freepik.com
Bayi sedang menimbang berat badan (ilustrasi). Studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society mengungkapkan, anak perempuan yang lahir dari ibu obesitas atau memiliki berat badan berlebih, berisiko lebih tinggi untuk obesitas juga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism dari Endocrine Society mengungkapkan, anak perempuan yang lahir dari ibu obesitas atau memiliki berat badan berlebih, berisiko lebih tinggi untuk obesitas juga.

Ini tentu harus menjadi perhatian lantaran orang dengan obesitas memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes, tekanan darah tinggi, masalah jantung, dan banyak kondisi lainnya.

Baca Juga

Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), menunjukkan peningkatan prevalensi obesitas pada penduduk berusia lebih dari 18 tahun dari 11,7 persen menjadi 15,3 persen (2013). Obesitas tidak hanya berdampak terhadap kesehatan secara fisik, tetapi juga pada masalah sosial dan ekonomi.

“Temuan ini menyoroti bahwa anak perempuan yang lahir dari ibu yang mengalami obesitas atau memiliki lemak tubuh dalam jumlah tinggi mungkin berisiko lebih tinggi untuk mendapatkan lemak tubuh berlebih," kata Rebecca J Moon dari MRC Lifecourse Epidemiology Centre, University of Southampton di Southampton, Inggris, seperti dilansir laman Hindustan Times, Jumat (24/3/2023).

Para peneliti mengukur lemak tubuh dan otot pada 240 anak (usia sembilan tahun atau lebih muda) dan orang tua mereka di masa kanak-kanak. Mereka menggunakan data ini untuk menentukan apakah indeks massa tubuh (BMI), alat skrining untuk kelebihan berat badan dan obesitas, dan jumlah lemak tubuh dan otot pada anak berhubungan dengan orang tua mereka.

Mereka menemukan, anak-anak perempuan memiliki BMI dan massa lemak yang sama dengan ibu mereka, yang menunjukkan bahwa anak perempuan yang lahir dari ibu yang mengalami obesitas atau memiliki massa lemak yang tinggi berisiko tinggi juga mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Para peneliti tidak menemukan hubungan yang sama antara anak laki-laki dan ibu mereka atau anak perempuan atau anak laki-laki dan ayah mereka.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mengapa hal ini terjadi, tetapi temuan kami menunjukkan bahwa pendekatan untuk menangani berat badan dan komposisi tubuh harus dimulai sejak dini, terutama pada anak perempuan yang lahir dari ibu yang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan,” kata Moon.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement