Kamis 16 Feb 2023 08:56 WIB

Perut Sering Terasa tak Nyaman, Waspadai Kemungkinan Kanker Pankreas

Kanker pankreas juga dikenal sebagai pembunuh diam-diam.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Natalia Endah Hapsari
Kanker yang bermula di dalam tubuh atau ekor pankreas dapat membesar dan mulai menekan organ-organ lain di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau punggung.   /ilustrasi
Foto: fitnesshealthpros.com
Kanker yang bermula di dalam tubuh atau ekor pankreas dapat membesar dan mulai menekan organ-organ lain di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau punggung. /ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Para peneliti telah memperingatkan bahwa kasus kanker pankreas pada kelompok wanita mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut para ilmuwan, gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penyebab lonjakan ini.

Kanker pankreas juga dikenal sebagai pembunuh diam-diam, karena biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun atau jika ada gejala sering kali sulit diidentifikasi sebagai tanda kanker pankreas. Para ilmuwan di Los Angeles AS telah memperingatkan bahwa kasus kanker pankreas pada perempuan di bawah usia 55 tahun telah meningkat 2,4 persen lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki pada usia yang sama.

Baca Juga

“Kami dapat mengatakan bahwa tingkat kanker pankreas di kalangan perempuan meningkat dengan cepat, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di bidang ini. Ada kebutuhan untuk memahami tren ini, dan membuat perubahan saat ini agar hal ini tidak memengaruhi perempuan secara tidak proporsional di masa depan,” kata penelitis studi sekaligus Direktur Asosiasi Cancer Institute Cedars-Sinai di Los Angeles, Dr Srinivas Gaddam.

Para peneliti juga mengamati data pasien yang telah didiagnosis menderita kanker antara tahun 2001 dan 2018. Mereka menemukan bahwa angka tersebut meningkat pada kedua jenis kelamin, namun ada kesenjangan gender pada kelompok usia yang lebih muda. Menerbitkan temuan ini dalam jurnal Gastroenterology, Dr Gaddam mencatat bahwa tingkat kelangsungan hidup membaik, tetapi terutama pada pria.

 

Studi itu mencatat, sebagian besar penderita kanker pankreas mengalami penyakit kuning sebagai salah satu gejala pertamanya. Gejala ini biasanya muncul ketika kanker dimulai di bagian kepala pankreas, dekat saluran empedu. Kanker ini dapat menekan saluran tersebut dan menyebabkan penyakit kuning. “Mengidentifikasi tanda ini pada tahap awal dapat membantu dalam pilihan pengobatan yang lebih baik,” ungkap Gaddam seperti dilansir dari Times of India, Kamis (16/2/2023).

Kanker yang bermula di dalam tubuh atau ekor pankreas dapat membesar dan mulai menekan organ-organ lain di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut atau punggung. Kanker juga dapat menyebar ke saraf di sekitar pankreas, yang juga dapat menyebabkan nyeri punggung.

Jika kanker pankreas tumbuh dan menekan ujung perut, kanker ini dapat menyumbat sebagian perut dan menyulitkan makanan untuk masuk. Hal ini dapat menyebabkan mual, muntah, dan nyeri di area perut yang semakin memburuk setelah makan. Anda juga mungkin mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan dan kehilangan nafsu makan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement