Senin 30 Jan 2023 04:10 WIB

Kolesterol Tinggi Bisa Bikin Orang Susah Konsentrasi dan Jadi Pelupa

Kolesterol tinggi dapat memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda
Perempuan kesulitan konsentrasi (Ilustrasi). Ada beberapa tanda tidak biasa yang dapat mengindikasikan kolesterol tinggi, contohnya hilang ingatan atau memory loss.
Foto: Pixabay
Perempuan kesulitan konsentrasi (Ilustrasi). Ada beberapa tanda tidak biasa yang dapat mengindikasikan kolesterol tinggi, contohnya hilang ingatan atau memory loss.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memiliki kolesterol tinggi, yang juga dikenal sebagai hiperkolesterolemia, berarti Anda memiliki terlalu banyak zat lemak yang disebut kolesterol dalam darah. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menumpuk dan menyebabkan potensi penyumbatan, serta meningkatkan risiko keadaan darurat medis yang serius seperti strok dan serangan jantung.

Sering kali, orang dengan kolesterol tinggi tidak akan mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi tersebut, kecuali menjalani tes atau mengalami gejala serius. Namun, menurut dr Joseph Ambani dari GlowBar, ada beberapa tanda tidak biasa yang dapat mengindikasikan kolesterol tinggi, contohnya hilang ingatan atau memory loss.

Baca Juga

"Kolesterol tinggi adalah kondisi umum yang dapat memiliki berbagai gejala. Beberapa gejala kolesterol tinggi yang tidak biasa termasuk kesulitan berkonsentrasi atau memory loss," kata dia, seperti dilansir dari laman Express, Ahad (29/1/2023).

Hal ini didukung oleh berbagai sumber. Satu studi, yang diterbitkan dalam Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology: Journal of the American Heart Association pada 2008, menyimpulkan bahwa mereka yang memiliki kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) yang rendah lebih cenderung memiliki daya ingat yang buruk.

 

Lebih khusus lagi, dari uji coba terhadap 3.673 peserta, ditemukan bahwa pada usia 60 tahun, pria dan wanita ini 53 persen lebih mungkin mengalami kehilangan daya ingat daripada mereka yang memiliki kadar yang lebih tinggi.

Penulis utama penelitian ini, Archana Singh-Manoux, mengatakan bahwa masalah memori adalah kunci dalam diagnosis demensia.

"Kami menemukan bahwa tingkat high-denity lipoprotein (HDL) yang rendah dapat menjadi faktor risiko kehilangan daya ingat pada usia paruh baya. Hal ini menunjukkan bahwa kolesterol HDL yang rendah mungkin juga merupakan faktor risiko demensia," jelas Singh-Manoux.

HDL bekerja untuk mengurangi kadar kolesterol dengan menyerapnya dan membawanya kembali ke hati untuk kemudian dibuang. Sedangkan, kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) adalah kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement