Selasa 26 Apr 2022 12:23 WIB

Olahraga Intensitas Tinggi Justru tak Disarankan untuk Turunkan Berat Badan

Olahraga berlebihan justru tidak disarankan apabila ingin turunkan berat badan.

Rep: Santi Sopia/ Red: Nora Azizah
Olahraga berlebihan justru tidak disarankan apabila ingin turunkan berat badan.
Foto: Pxfuel
Olahraga berlebihan justru tidak disarankan apabila ingin turunkan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam upaya menurunkan berat badan, banyak orang beranggapan untuk melakukan diet, diimbangi dengan berolahraga. Hal ini tidak sepenuhnya salah, namun ternyata metode lebih efektif adalah mengikuti rasa lapar alami dengan berolahraga yang tidak berlebihan.

Dua ahli diet terkemuka Australia kini telah mengungkapkan bahwa seseorang tidak perlu berolahraga jika ingin menurunkan berat badan. Ahli gizi Susie Burrell dan Leanne Ward mengatakan, kendati olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan, namun jika dilakukan berlebihan, justru dapat meningkatkan rasa lapar sehingga sulit untuk menurunkan berat badan atau membakar lemak.

Baca Juga

Hal itu diungkap di podcast populer mereka, lThe Nutrition Couchl”. Ahli gizi mengatakan seseotang tidak bisa berolahraga dengan    pola makan yang buruk ataupun olahraga dengan intensitas tinggi. Hal itu karena dapat meningkatkan nafsu makan yang menyebabkan makan berlebihan atau makan tidak terkontrol.

“Semakin olahraga yang dilakukan, semakin lapar pula seseorang, hingga kian banyak makanan yang dibutuhkan," jelas Leanne, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (26/4/2022).

 

Dia mengutip kasus seorang padien yang ingin membakar lemak dengan melakukan tujuh sampai sepuluh sesi F45 intensitas tinggi sepekan, tetapi nyaris tanpa hasil berarti dalam tujuannya menurunkan berat badan.

"Dia melakukan sesi latihan intensitas tinggi, lalu merasa lapar sehingga dia akan makan lebih banyak," kata ahli gizi kebugaran itu.

Jenis latihan intensitas tinggi yang dilakukan beberapa kali dalam sepekan hanya akan menyebabkan tubuh merasa lebih stres. Apa yang terjadi ketika lebih stres? Tubuh memompa keluar kortisol yang merupakan hormon penyimpanan lemak.

Setelah tiga sesi F45, latihan kekuatan dan jalan kaki sepekan yang stabil, justru memberikan manfaat 'hasil yang luar biasa' dengan pasiennya mengalami susut delapan sampai sepuluh kilogram. Dia mengatakan, dengan mengurangi sesi latihan hardcorenya, si pasien juga memiliki lebih banyak waktu untuk menyiapkan makanan dan merencanakan dietnya.

"Ketika tubuh dalam keadaan stres terus-menerus, akan sulit untuk menghilangkan lemak tubuh," tambah Susie.

Seseorang perlu mengevaluasi program latihan yang dilakukan, dengan bertanya, apakah dia mendapatkan hasil yang seharusnya? Jika jawabannya tidak, maka sebaiknya kembali ke dasar dan benar-benar berhubungan dengan rasa lapar alami tubuh.

Jadi, andai seseorang makan 1400-1600 kalori sehari sebagai bagian dari nafsu makan alami, maka disarankan 'tidak perlu' melakukan latihan atau olahraga intensitas tinggi, kecuali ada kebutuhan untuk meningkatkan manfaat kesehatan lainnya.

"Olahraga dapat membantu kesehatan kardiovaskular kita, dapat membantu kita mengurangi stres dan kecemasan, dapat membantu kita membangun tulang yang lebih sehat dan membantu meningkatkan kepadatan tulang kita, ada begitu banyak manfaat luar biasa dari olahraga," kata Leanne.

Olahraga menciptakan bentuk tubuh, dan nutrisi berperan mengontrol lemak tubuh. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement