Senin 29 Nov 2021 04:45 WIB

Tingkatkan Imun Tubuh, Hindari Kebiasaan Makan Ini

Tujuh puluh persen imun tubuh dari makanan, maka harus diperhatikan yang dikonsumsi

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Gita Amanda
Makanan sehat (ilustrasi)
Foto: Flickr
Makanan sehat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi banyak orang, hal yang paling menakutkan saat mendekati musim dingin adalah flu. Flu umumnya menyerang orang dengan imunitas tubuh yang rendah. Kebiasaan makan, ternyata terkait erat dengan imunitas tubuh.

Dilansir laman Eat This, jika ingin melindungi diri berbagai penyakit, ada kebiasaan makan yang harus dihindari agar imun tubuh meningkat.

Baca Juga

1. Diet monoton

Semua orang mengatakan bahwa variasi adalah bumbu kehidupan. Dan ini juga merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan imun tubuh. Ahli Diet, Amanda Sauceda, mengatakan jika isi piring kita tidak beragam, maka akan melumpuhkan imun tubuh.

"Jika kita makan hal yang sama berulang-ulang, itu bisa menjadi potensi penurunan kesehatan imun tubuh. Dan 70 persen imun tubuh berasal dari makanan, maka harus diperhatikan apa yang masuk ke dalam usus kita. Pasti kita ingin memiliki mikrobioma usus bakteri sehat, dan artinya kita perlu memberi makan mikrobioma usus itu dengan berbagai jenis makanan," kata Sauceda.

Cara mudah untuk mendapatkan variasi makanan adalah dengan makan buah dan sayuran berwarna berbeda. Selain itu makan makanan di seluruh jenis makanan seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, dan lainnya.

2. Tidak cukup makan makanan prebiotik

Jika kita menghilangkan bakteri menguntungkan di usus dari serat prebiotik yang cukup, itu bisa merugikan kesehatan usus di sepanjang waktu. "Prebiotik adalah bahan bakar untuk probiotik (bakteri baik di usus kita)," kata Ahli Diet dan Pendiri Uplift Food, Kara Landau.

"Diet dengan kekurangan prebiotik membuat bakteri usus kita kelaparan, menyebabkan kurangnya keragaman dalam mikrobioma. Dan kesehatan usus yang buruk, pada gilirannya, meningkatkan penanda inflamasi di tubuh kita dan menurunkan respons imun," papar dia lebih lanjut.

3. Terlalu banyak makan gula dan lemak

Hampir semua orang memanjakan keinginan mereka untuk makan makanan manis atau gorengan dari waktu ke waktu. Sementara makan terlalu banyak gula dan lemak dapat memiliki efek negatif yang mendalam, khususnya pada sistem imun tubuh.

Pola makan yang buruk dapat menyebabkan sistem kekebalan menjadi kelebihan beban dan mengakibatkan keadaan pro-inflamasi. Peradangan ini terkait dengan sejumlah penyakit kronis.

“Termasuk penyakit diabetes, penyakit jantung, dan kondisi autoimun seperti rheumatoid arthritis, tinggi gula rafinasi, tinggi lemak jenuh dan rendah serat, dapat menyebabkan peradangan ini,” ucap salah seorang dokter integratif dan Pakar Kesehatan Revitalize Medical Center, Sheetal DeCaria.

4. Terlalu banyak makan makanan olahan

Bukan hanya kandungan gula dan lemak dalam makanan yang mungkin berdampak negatif pada imun tubuh. Pakar Kesehatan Balance One Supplements, Trista Best, mengatakan produk makanan kemasan yang sarat dengan aditif dapat memiliki efek serupa.

“Makanan olahan adalah yang terbuat dari karbohidrat olahan, penstabil, pengemulsi, dan bahan lainnya untuk meningkatkan rasa dan tekstur. Ketika kita makan makanan seperti ini dalam jumlah besar, mereka dapat mengiritasi usus, menyebabkan ketidakseimbangan bakteri usus, dan pada akhirnya menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah,” kata Best.

5. Membatasi kalori secara signifikan

Meskipun membatasi asupan kalori dapat membantu menurunkan berat badan, hal itu juga dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh. Pembatasan kalori apa pun, akan menurunkan metabolisme tubuh yang seharusnya membentuk energi. Dengan demikian, proses yang mendukung imun justru akan menurun.

"Salah satu alasannya adalah ketidakmampuan tubuh untuk secara efisien menyerap mikronutrien spesifik yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti vitamin A dan E, yang keduanya membutuhkan simpanan lemak tubuh yang cukup untuk penyerapan, penyimpanan, dan pemanfaatannya," kata Founder To The Pointe Nutrition, Rachel Fine.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement