Selasa 09 Jun 2020 18:17 WIB

Probiotik Bantu Jaga Sistem Kekebalan Tubuh

Prebiotik dibutuhkan mencegah gangguan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Gita Amanda
Yakult
Foto: Yakult
Yakult

REPUBLIKA.CO.ID, Menjaga sistem kekebalan tubuh saat ini menjadi sangat penting untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti Covid-19. Selain tindakan pencegahan dengan melakukan physical distancing (jaga jarak) dan menjaga kebersihan, masyarakat juga harus lebih memperhatikan kesehatan saluran pencernaan sebagai langkah antisipasi meminimalisasi terpaparnya serangan virus corona jenis baru itu.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, perlu menjaga asupan gizi disertai dengan pola hidup sehat, yaitu dengan olah raga teratur. Dengan menjaga imunitas tubuh, akan mampu menolak berbagai macam gangguan yang masuk ke saluran pencernaan.

Lebih dari 100 triliun bakteri terdapat di dalam usus yang hidup dalam harmoni yang sempurna. Bakteri-bakteri ini membantu mencerna makanan, menghilangkan racun, memproduksi molekul aktif, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menurut sebuah penelitian, sekitar 70 persen dari sistem imun manusia terletak pada saluran pencernaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga sistem saluran pencernaan guna memelihara kesehatan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat akan dapat membantu terhindari dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri merugikan dan virus berbahaya.

Kesehatan saluran pencernaan tergantung pada banyaknya bakteri baik atau probiotik di dalamnya. Bakteri probiotik dapat berinteraksi dengan mikrobioma usus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Jika bakteri baik lebih dominan, maka manusia dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit, lantaran bakteri baik dapat meningkatkan daya tahan tubuh hingga titik optimum. Namun sebaliknya, jika bakteri merugikan yang lebih banyak, maka manusia akan menderita sakit karena bakteri merugikan tersebut menghasilkan racun di dalam tubuh.

"Mikrobiologi di usus itu yang mengatur tubuh kita, banyak sekali peranannya di dalam, bahkan untuk fungsi otak kedua. Saluran pusat otak yang lebih baik dari tulang punggung," ujar pakar Teknologi Pangan dan Gizi, Prof. Dr. FG Winarno, beberapa waktu lalu.

photo
Yakul - (Yakult)

Tiga jenis bakteri

Ada tiga jenis bakteri yang penting di dalam sistem pencernaan manusia, yakni prebiotik, probiotik, dan paraprobiotik. Prebiotik dihasilkan dari serat-serat buah dan sayuran, yang bisa diserap di usus besar atau kolon.

Sementara, probiotik adalah bakteri yang memberikan manfaat baik pada organisme lain, salah satunya termasuk bakteri asam laktat (BAL) yang terdapat di dalam minuman fermentasi susu. Sedangkan paraprobiotik atau parabiotik adalah bakteri probiotik yang sudah mati, dan masih bermanfaat meskipun tidak se-efektif probiotik.

Probiotik sangat dibutuhkan oleh tubuh karena dapat mencegah gangguan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam situasi pandemi sekarang ini, Prof. Dr. FG Winarno menekankan akan pentingnya menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun dari penelitian, tidak semua bakteri baik yang mampu melewati asam lambung, sehingga tidak hidup sampai usus kecil. Hanya bakteri unggul yang dapat melewati asam lambung dan cairan empedu, sehingga mampu tiba di usus kecil dalam keadaan hidup untuk berperan menjaga daya tahan tubuh selalu optimal.

Kesehatan usus erat kaitannya dengan penyakit diare. Bakteri baik, seperti  lactobacillus GG, lactobacillus shirota strain, bifidobacterium bifidum, dan  enterococcus faecium mampu memperpendek durasi diare.

Pada bulan Februari 2020, Komisi Kesehatan Nasional Cina dan Administrasi Nasional Pengobatan Tradisional Cina menyarankan penggunaan probiotik pada pasien dengan Covid-19 yang parah. Dalam jurnal penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Gastroenterology and Hepatology disebutkan sebanyak 58 hingga 71 persen pasien dengan Covid-19 diberi antibiotik dan diare terjadi pada 2 hingga 36 persen pasien.

Ketika antibiotik digunakan, penguatan flora kolon menggunakan probiotik telah diusulkan untuk mengurangi kerentanan infeksi berikutnya. Meskipun probiotik belum terbukti dapat secara langsung membantu kesembuhan pasien Covid-19 yang memiliki gejala gangguan pernapasan, namun para ahli berpendapat probotik tetap memiliki pengaruh yang baik untuk membantu sistem pencernaan pasien.

"Menurut saya sekarang ini jauh lebih penting meningkatkan daya tahan tubuh. Mereka yang imunitasnya bagus dapat terhindar dari penyakit disebabkan bakteri dan virus," ujar Prof. Dr. Winarno. (Adv)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement