Kamis 21 Mar 2019 04:32 WIB

Cinta Laura: Jangan Malu Periksa ke Dokter Kandungan

Cinta Laura mengajak perempuan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Cinta Laura
Foto: Antara
Cinta Laura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kanker serviks menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak mengancam jiwa perempuan. Meski bisa dicegah dan dideteksi dini, sebagian perempuan masih merasa malu untuk memeriksakan diri ke dokter.

"Dulu kalau perempuan mau ke dokter kandungan, kayak tabu. Itu tidak benar. Sebagai perempuan kita harus bisa protect diri sendiri," ungkap aktris Cinta Laura sebelum melakukan vaksinasi HPV bersama Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS), di Jakarta.

Cinta menyoroti ada banyak manfaat yang bisa didapatkan perempuan dengan memeriksakan kesehatan reproduksinya ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Terkait risiko kanker serviks, misalnya, perempuan bisa melakukan skrining kanker serviks dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Salah satu metode skrining yang bisa dilakukan adalah pap smear. Melalui skrining ini, lesi-lesi pra kanker bisa ditemukan dan diatasi sejak dini sebelum berkembang menjadi kanker.

"Kebanyakan perempuan nggak tahu punya HPV (virus penyebab kanker serviks) karena nggak pernah ada gejala, sampai mereka skrining," lanjut Cinta.

Oleh karena itu, Cinta mengajak perempuan untuk tidak lagi malu bila ingin memeriksakan kesehatan organ reproduksinya ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan organ reproduksi tidak harus mempertimbangkan status sudah menikah atau belum.

"Seperti general check up, kita cek kolesterol dan lain-lain. Kenapa nggak cek kandungan kita juga?" ungkap Cinta.

Mengingat besarnya ancaman kanker serviks terhadap kesehatan perempuan, Cinta juga mengajak perempuan untuk tidak ragu melakukan vaksinasi HPV. Seperti diketahui, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang bisa dicegah. Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan melalui vaksinasi HPV.

"Kalian bisa mencegah kanker itu, kenapa nggak lakukan itu? Kenapa nggak lakukan sekarang?" terang Cinta.

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak dialami perempuan-perempuan di dunia. Diperkirakan ada sekitar 570 ribu kasus kanker serviks baru selama 2018.

Diperkirakan ada lebih dari 311 ribu kasus kematian akibat kanker serviks terjadi setiap tahun. Lebih dari 85 persen kasus kematian ini ada di negara-negara berkembang atau kurang berkembang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement