Kamis 06 Sep 2018 19:17 WIB

Cukup Tidur Pengaruhi Nilai Anak di Sekolah

Orangtua diminta menerapkan jam tidur setiap malam dan tak memaksa anak-anaknya

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ilustrasi Anak Laki Laki Sedang Tidur
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ilustrasi Anak Laki Laki Sedang Tidur

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tidur malam sangat berpengaruh terhadap nilai anak di sekolah. Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), siswa yang tidur delapan jam setiap malam memiliki nilai dan tingkat kehadiran yang lebih baik.

Sayangnya, CDC mencermati bahwa lebih dari 60 persen siswa setingkat SMP dan 70 persen siswa setingkat SMA mengalami kurang tidur. Hal itu membuat kinerja mereka di sekolah menurun serta mengarah ke masalah kesehatan fisik dan mental.

Baca Juga

"Kami memiliki beberapa bukti bahwa sebagian besar remaja sering begadang. Ini ada hubungannya dengan kurangnya produksi hormon melatonin yang menyebabkan rasa kantuk," kata Dr Rebecca Robbins, peneliti dari NYU Langone School of Medicine.

Dikutip dari laman Daily Mail, banyak remaja merasa sulit tidur sampai tengah malam atau dini hari. Lantas, rutinitas sekolah masih menunggu keesokan harinya, di mana mereka harus bangun pagi-pagi dan siap berkegiatan.

Robbins mengatakan, solusinya tidak sesederhana memastikan anak-anak pergi tidur lebih awal. Dia menjelaskan, cara kerja otak anak berbeda dengan orang dewasa, sehingga CDC merasa perlu merekomendasikan tips khusus.

Supaya pengaturan jadwal tidur berhasil, orang tua perlu menetapkan jam tidur yang sama setiap malam. Jadwal itu sebaiknya juga dilakukan orang tua agar anak tidak merasa dipaksa. Selain itu, jaga kamar tidur tetap sejuk dan redupkan lampu.

CDC juga menyarankan pihak sekolah memulai kegiatan belajar mengajar minimal pukul 08.30 pagi. Hal itu terbukti membuat tingkat kehadiran siswa membaik, mengurangi tingkat keterlambatan, dan siswa lebih bersemangat di kelas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement