Selasa 21 Nov 2017 08:19 WIB

Belgia Dorong Kentang Goreng Jadi Warisan Budaya UNESCO

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari
Kentang goreng Belgia atau disebut frites menjadi salah satu ikon negara Belgia. Keberadaannya didorong menjadi warisan budaya UNESCO.
Foto: Republika/Dwina Agustin
Kentang goreng Belgia atau disebut frites menjadi salah satu ikon negara Belgia. Keberadaannya didorong menjadi warisan budaya UNESCO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kentang goreng terdengar seperti makanan biasa saja di Indonesia. Namun, tidak bagi orang Belgia. Kedudukan kentang goreng setara dengan nasi goreng di mata orang lokal, begitu berarti dan memiliki ikatan budaya.

Kentang goreng Belgia atau disebut frites bahkan didorong menjadi warisan benda budaya ke UNESCO. Proses pengajuan tersebut sedang dilakukan dan diharapkan segera gelar tersebut diperoleh.

"Kentang goreng sudah seperti nasi goreng di Indonesia. Ini tidak hanya berkenaan dengan kuliner saja, tapi juga budaya," ujar Duta Besar Kerajaan Belgia Patrick Herman, Senin (20/11).

Kehadiran kentang di daratan Eropa Barat terjadi pada abad ke-16 yang berasal dari Peru, Amerika Selatan. Setelah itu, keberadaan kentang terus bertahap menjadi sesuatu yang meluas dan memperoleh tempat dalam budaya makan setempat.

"Abad 19 bahkan kentang menjadi barteran dengan emas," kata Patrick.

Setelah bertahun-tahun berkembang di Belgia, kentang memiliki peranan penting dan menjadi ikon negara selain cokelat dan keju. Terlebih lagi, olahan kentang goreng pun menjadi camilan wajib bagi masyarakatnya.

Hampir seminggu sekali 60 persen masyarakat Belgia mengonsumsi kentang goreng. Bahkan fritkot atau kedai kentang goreng menjadi tujuan masyarakatnya. Hampir 95 persen penduduk Belgia setahun sekali berkunjung ke sana. Fritkot pun didaulat menjadi bagian warisan budaya nasional.

Selain itu, olahan kentang yang berbentuk kentang beku sebagai bahan kentang goreng menjadi produk ekspor nomor satu dengan 1,68 juta ton. Setiap tahunnya, Belgia memproses sekitar 4,5 juta ton kentang menjadi pelbagai jenis produk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement