Senin 08 May 2017 16:32 WIB

Michael Jackson Sudah Prediksi Kematiannya Lewat Surat

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Esthi Maharani
Michael Jackson
Foto: .
Michael Jackson

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Lewat sebuah surat kepada sahabatnya, penyanyi asal Amerika Serikat, Michael Jackson, mengaku khawatir seseorang akan membunuhnya. Surat ini diberikan Michael Jackson jauh sebelum hari kematiannya.

Surat tersebut diberikan Michael Jackson kepada salah satu sahabatnya, Michael Jacobshagen (34 tahun), seorang pebisnis asal Jerman, sepekan sebelum pelantun lagu Beat It itu ditemukan meninggal dunia akibat overdosis obat. Jacobshagen mengaku telah lama bersahabat dengan Michael Jackson. Bahkan, pertemanan itu sudah berjalan selama lebih dari dua dekade.

Sepekan sebelum kematiannya, Michael Jackson meminta Jacobshagen untuk menemuinya. Dalam sebuah wawancara dengan program televisi di Australia, Sunday Night, Jacobshagen menuturkan soal pertemuan dirinya dengan penyanyi berjuluk King of Pop tersebut.

''Pada saat dia menelpon saya, saya sedang berada di Jerman. Dia meminta saya untuk menemaninya. Saya akhirnya menghabiskan waktu tiga hari bersama dia, kemudian dia memberikan saya sejumlah surat. Dia seperti berada dalam kondisi emosional yang berat dan berkata, 'Mereka mencoba membunuh saya,','' kata Jacobshagen seperti dikutip The Independent, Senin (8/6).

Setidaknya ada 13 surat dari Michael Jackson yang dititipkan ke Jacobshagen. Dalam surat-surat tersebut, kata Jacobshagen, ada beberapa frase tentang ketakutan Michael Jackson, seperti ''Mereka mencoba membunuh saya,'' dan ''Saya takut dan khawatir akan hidup saya.''

Sayangnya, dari surat dan catatan tersebut, Michael Jackson tidak secara rinci menyebutkan siapa pihak-pihak yang berniat membunuh dirinya. Namun, dalam sebuah kesempatan, Jackson pernah menyatakan kecewa dengan promotor konsernya di London O2 Residency, AEG. ''AEG. Mereka benar-benar menekan diri saya. Saya takut akan hidup saya.''

Jackson ditemukan meninggal dunia pada 2009, saat berusia 50 tahun. Kematian Jackson diduga kuat lantaran overdosis sejenis obat penenang, Propofol. Dokter yang menangani Jackson, Conrad Murray, pun didakwa dua tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan pembunuhan tanpa disengaja.

Sebelumnya, putri Michael Jackson, Paris, sempat mengklaim, ayahnya bukan terbunuh melainkan dengan sengaja dibunuh. Jacobshagen pun menuturkan, siap membuka surat-surat Michael Jackson itu untuk mendukung klaim dari Paris.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement