Sabtu 06 May 2017 15:18 WIB

Hiii Seram... Ada Mi Terbang di Pasar Senggol Summarecon

Bakmi Jawa yang telah dimodifikasi menjadi Mi Terbang.
Foto: Republika/Winda Destiana Putri
Bakmi Jawa yang telah dimodifikasi menjadi Mi Terbang.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada pemandangan aneh di Pasar Senggol Summarecon Mal Bekasi. Beberapa remaja muda dikejar oleh Mie Terbang di festival kuliner tersebut. Bukannya ketakutan, para remaja muda belia tersebut justru terkikik-kikik. Beberapa diantaranya malah selfie dan sibuk foto-foto dengan Mi Terbang.

Mi Terbang tidak seseram yang dibayangkan. Ini hanyalah nama salah satu sajian kuliner di Pasar Senggol Summarecon Mal Bekasi 14 April-14 Mei 2017 mendatang. Stand ini ramai dikunjungi oleh beberapa pengunjung yang merasa penasaran dan terheran-heran melihat bagaimana sendok yang melilit mie tersebut bisa melayang-layang.

"Aneh aja. Sebenernya ini pasti ada sesuatunya di dalam. Cuma belum ketemu kenapa garpunya bisa melayang," kata Rai seraya terkekeh, merupakan salah satu pengunjung yang merasa penasaran dengan Mi Terbang tersebut ketika dijumpai oleh Republika.co.id belum lama ini.

Mi Terbang ini tak lain adalah penampilan bakmi jawa yang telah dimodifikasi agar menarik perhatian pembeli. Dikatakan oleh Munir, salah seorang yang melayani kuliner ini mengaku untuk rasa tidak ada yang berbeda. Cara pembuatan pun sama, bumbunya sama seperti membuat bakmi jawa, yang berbeda adalah sentuhan garpu terbang yang membuat banyak orang penasaran.

"Awalnya saya berfikir bagaimana bisa menciptakan sesuatu yang unik. Kemudian, melihat banyaknya fenomena orang yang mengangkat alat makan mereka, lalu difoto garpu atau sendok tersebut dan dimasukkan ke media sosial, membuat saya berfikir kenapa tidak menciptakan garpu yang sudah terbang dengan sendirinya tanpa perlu diangkat-angkat," kata dia menjelaskan seraya melayani pembeli.

Sebelumnya, Munir mengaku memang menjual bakmi jawa biasa. Baru satu tahun yang lalu dirinya mengembangkan mie terbang ini dan kemudian ikut ke Pasar Senggol. Untuk variannya diakui olehnya saat ini hanya bisa mie goreng dengan harga Rp 30 ribu per porsi.

"Jika tidak diberi inovasi, produk yang kami jual ini pasti tidak memiliki daya tarik," tutup dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement