Senin 01 Aug 2016 09:38 WIB

Duh, Ibu ASI Eksklusif Masih Minim di Malang

ASI eksklusif tak hanya meningkatkan kesehatan anak, tapi juga membuat anak lebih cerdas.
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
ASI eksklusif tak hanya meningkatkan kesehatan anak, tapi juga membuat anak lebih cerdas.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ibu-ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pascakelahiran di wilayah Kota Malang, Jawa Timur, masih minim atau di bawah rata-rata, yakni 80 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari di Malang, Senin (1/8), mengemukakan kesadaran kaum perempuan yang baru melahirkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya di daerah ini hanya sekitar 60 persen, padahal angka minimal (standar) per wilayah seharusnya 80 persen dari jumlah ibu yang melahirkan.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi minimnya kaum perempuan untuk memberikan ASI eksklusif tersebut, di antaranya karena kesibukan sang ibu karena ibu seorang wanita karier, sehingga tidak punya banyak waktu untuk menyusui bayinya minimal selama enam bulan pertama pascakelahiran," ujarnya.

Untuk meminimalisasi masalah ini, katanya, Dinkes terus mendorong pengelola tempat-tempat atau fasilitas umum untuk menyediakan ruang laktasi, seperti di mal, alun-alun, dan pasar tardisional. Selain itu, juga di kawasan perkantoran, baik pemerintahan maupun swasta.

Dinkes, lanjutnya, juga akan terus memantau keberadaan ruang laktasi tersebut, apakah kondisi ruang laktasi sudah memadai atau belum dan apakah sudah dimanfaatkan secara maksimal oleh ibu-ibu atau belum. Kalau belum, apa saja yang menjadi hambatan sehingga ibu-ibu enggan memanfaatkannya.

"Keberadaan ruang laktasi ini akan berpengaruh besar terhadap peningkatan dan upaya pemberian ASI eksklusif ibu-ibu kepada bayinya, minimal memenuhi stabdar minimal, yakni 80 persen," katanya.

Selain kesibukan kaum ibu, katanya, faktor lain yang mempengaruhi minimnya pemberian ASI eksklusif tersebut adalah kesadaran keluarga terhadap pentingnya ASI. Kesadaran ini bukan hanya urusan ibu dan anak. Minimnya kesadaran ini justru banyak muncul dari orang tua sang ibu atau nenek si bayi.

"Banyak ibu karier di Malang yang menyerahkan pengasuhan dan urusan bayi dan anak-anaknya kepada orang tuanya. Orang tua ini biasanya yang kurang menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada anaknya itu, padahal kita semua tahu gizi dari ASI sangat baik untuk pertumbuhan bayi," paparnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement