Kamis 25 Feb 2016 12:18 WIB

Konser Madonna di Singapura Picu Kontroversi dari Uskup Agung

Madonna saat menggelar konser Rebel Hearts di Paris, Prancis, Rabu (9/12).
Foto: AP
Madonna saat menggelar konser Rebel Hearts di Paris, Prancis, Rabu (9/12).

REPUBLIKA.CO.ID, Rencana Madonna untuk menggelar konsernya di Singapura menuai kontroversi. Setelah sebelumnya kelompok gereja Katolik Singapura menyatakan kekhawatirannya akan konser Madonna, kini anggota parlemen menyuarakan dukungannya terhadap gereja.

Uskup Agung Singapura menyinggung kalau penampilan Madonna dipandang tidak pantas sebab kebiasaannya menggunakan simbol Katolik dalam penampilannya. Anggota parlemen Alex Yam merasa perlu mendukung sikap Uskup Agung.

"Seperti orang tua atau pemimpin, beliau harus membuat pernyataan yang sesuai dengan ajarannya di gereja. Pemimpin harus membuat pandangan diketahui orang," kata Yam. Uskup dipandang memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

Yam melanjutkan, jadi ketika seorang penyanyi berencana membakar simbol agama untuk kebutuhan hiburan, memicu sensitivitas keagamaan demi hiburan semata, maka pemimpin agam perlu bersuara, dikutip dari Malay Mail Online.

Promotor konser Live Nation Lushington mengklarifikasi kalau Madonna tidak akan menampilkan lagunya yang kontroversial, yakni "Holy Water".

Madonna memang pernah mendapat peringatan untuk tidak menyanyikan lagu itu karena mengandung isi yang sensitif dan bertentangan dengan nilai yang dianut Singapura, dikutip dari CNA

Rencananya, konser Madonna akan digelar akhir pekan ini di Singapura.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement