Selasa 19 Jan 2016 14:46 WIB

Steak Paling Nikmat Justru Bukan Saat Matang

Rep: C27/ Red: Indira Rezkisari
Daging steak dengan tingkat kematangan well done paling nikmat karena daging masih terasa tekstur dan saripatinya.
Foto: wikipedia
Daging steak dengan tingkat kematangan well done paling nikmat karena daging masih terasa tekstur dan saripatinya.

REPUBLIKA.CO.ID, Masyarakat Indonesia memiliki tradisi kuliner olahan daging dengan waktu masak relatif lama. Sehingga saat menyantap steak pun cenderung memilih memasaknya hingga benar-benar matang.

Padahal, steak dengan cita rasa terbaik justru ketika tidak dimasak hingga benar-benar matang. Rasa dan tekstur daging akan menghilang ketika dimasak hingga matang sempurna.

"Menikmati daging itu harus terasa teksturnya dan saripati yang masih ada, bukan dimasak well done," kata Chief Representative Meat &Livestock Australia Isye Iriani di Meat Me Steak House & Butchery Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Selasa (19/1).

Dalam memasak steak, ada beberapa tingkatan kematangan, dari yang masih sangat merah atau dikenal dengan 'rare', sedikit matang atau 'medium rare', sedang atau 'medium', setengah matang atau 'medium well',dan matang atau 'well done'.

Menurut Isye, untuk menikmati rasa daging asli maka pilih cara masak dalam tingkatan medium ke bawah. Karena masih memiliki tekstur dan juga juice atau saripati di dalam daging.

Di samping itu, merasakan daging juga tidak perlu diberikan bumbu dan saus berlebihan. Isye menyayangkan, jika masyarakat masih cenderung memakan steak dengan saus melimpah hingga menghilangkan rasa asli daging. Terutama ketika menyantap daging dengan kualitas premium.

(baca: Panduan Makan AS Anjurkan Konsumsi Daging Rendah Lemak)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement