Ahad 29 Nov 2015 13:45 WIB

7 Dari 10 Anak Indonesia Kekurangan Gizi Sarapan

Kebiasaan sarapan pagi dapat mencukupi 25 persen kebutuhan gizi dan energi dalam setiap hari.
Foto: pexels
Kebiasaan sarapan pagi dapat mencukupi 25 persen kebutuhan gizi dan energi dalam setiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, Ahli gizi dari Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Jawa Tengah Agus Sartono, menyebutkan tujuh dari 10 anak Indonesia kekurangan gizi sarapan yang memengaruhi kemampuan menangkap pelajaran dan aktivitas fisik.

"Kebanyakan orang tua sekarang kan sibuk, anak-anak juga sibuk, tidak sempat sarapan. Akhirnya, memilih sarapan cepat, seperti mengonsumi mi instan tanpa dilengkapi lauk pauk yang bergizi," katanya di Semarang, Ahad (29/11).

Sementara itu, lanjutnya, kondisi di Jateng, sebenarnya sudah lebih baik, yakni empat dari 10 anak, namun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sarapan sehat sebelum pukul 09.00 WIB harus terus digalakkan.

(baca: Pakar Sarankan Perbanyak Omega 6 dalam Sarapan)

Kalau kebiasaan sarapan kurang bergizi atau tidak sarapan itu tidak segera dibenahi, kata Agus, Indonesia akan tertinggal dari negara-negara tetangga dalam menciptakan generasi tangguh.

Manager Energen Melatie Emmanuelle mengatakan, sarapan sebaiknya disantap sebelum pukul 09.00. "Karena saat tidur metabolisme tubuh tetap bekerja, sementara asupan energi berkurang. Makanya, sebelum beraktivitas butuh sarapan terlebih dulu," katanya.

Ia mengatakan sarapan saja juga tidak cukup kalau makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi nutrisi menyehatkan yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement