REPUBLIKA.CO.ID, Terkadang, kita hanya bertindak tanpa berpikir saat dalam keadaan darurat. Kali lainnya, kita bergantung kepada informasi medis yang kuno atau pengobatan tradisional yang tidak terbukti secara klinis.
Bacalah panduan ini sehingga Anda tidak akan panik saat perlu menyelamatkan si kecil dalam situasi yang mengerikan, seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.
Anak Anda terkena bola yang kencang, jatuh dan pingsan
Respons yang salah: Membawanya ke rumah sakit.
Langkah cerdik: Hubungi IGD. Mungkin saja dia mengalami cedera otak atau tulang belakang, dan memindahkan posisi tubuhnya bisa membuat cederanya semakin parah, kata Anne Stack, MD, kepala klinik pengobatan darurat khusus anak-anak di Children’s Hospital Boston. Pastikan anak Anda bernapas dan nadinya berdenyut. Jika tidak, lakukan CPR secepatnya. Jika sebaliknya, guncang dia pelan-pelan dan panggil namanya untuk melihat apakah dia terbangun atau tidak.
Anda mendapati si batita memegang obat resep dokter. Tutup tempat obat sudah terbuka, tapi Anda tidak tahu apakah dia sempat menelannya
Respons yang salah: Memperhatikannya dengan cermat apakah ada gejala sakit.
Langkah cerdik: Hubungi nomor telepon gawat darurat rumah sakit terdekat yang menyediakan dokter jaga 24 jam. “Jangan menunggu untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Richart Dart, MD, direktur Rocky Mountain Poison and Drug Center.
“Mereka akan segera bisa mengatakan apakah obat tersebut beracun dan apakah Anda harus segera membawa si kecil ke IGD.” Beberapa jenis racun membutuhkan waktu untuk menimbulkan akibat serius, dan pada saat itu bisa saja Anda sudah terlambat.
Mata si kecil tercolok tongkat
Respons yang salah: Membuka matanya untuk memeriksa apakah terjadi cedera.
Langkah cerdik: Tutupi area mata tersebut dengan kain kasa atau kain yang kering dan bersih, lalu pergilah ke IGD. Mencoba membuka matanya, menaruh es, atau menekan matanya bisa menambah masalah yang bisa mengakibatkan terjadinya hilang penglihatan, ujar Dr. Stack.
Menutup mata si kecil akan membuatnya sulit untuk mengucek atau menyentuhnya, dan bila korneanya tergores, menjaga mata dalam keadaan tertutup akan mengurangi iritasi.