Rabu 03 Dec 2014 07:14 WIB

Fakta Seafood yang Akan Membuat Anda Terkejut

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri
Fakta seafood
Foto: Listverse
Fakta seafood

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makan seafood memang enak. Selain rasanya yang lezat, manfaatnya juga banyak untuk kesehatan. Tapi walaupun begitu masih banyak fakta tersembunyi dalam seafood. Mau tau apa saja. Simak yuk kutipan berita dari Listverse, Rabu (3/12).

Mahi-mahi bukan Lumba-lumba

Banyak orang yang bingung apakah ikan mahi-mahi itu masih sejenis dengan ikan lumba-lumba.  Kebingungan ini dapat dimengerti untuk waktu yang lama, karena mahi-mahi sebenarnya dikenal sebagai dolphinfish. Mahi-mahi memiliki kebiasaan berenang bersama perahu, sehingga orang-orang mulai mengasosiasikan mereka dengan lumba-lumba. 

Sayangnya bagi nelayan komersial, ikan mahi-mahi yang dikatakan sama dengan lumba-lumba merupakah hal buruk. Karena, kebanyakan orang tidak ingin makan lumba-lumba karena kelucuan mereka, kecerdasan, dan tingkat merkuri yang sangat tinggi. Tapi biasanya di toko, agar orang tidak bingung, nama ikan mahi-mahi diganti ikan lumba-lumba. Sehingga orang mudah mengenalinya.

Ikan mentah beku

Jika Anda sudah pernah makan sushi atau sashimi di Amerika Serikat, biasanya makanan ini dibekukan terlebih dahulu sebelum disajikan dalam piring saji. Ini karena pihak berwenang di  Amerika Serikat cukup peduli tentang orang-orang makan makanan mentah.

Setiap ikan mentah yang dijual di Amerika Serikat harus terlebih dulu melalui proses pembekuan untuk membunuh bakteri sebelum menjual ikan kepada pelanggan. Tuna adalah salah satu pengecualian dari aturan pembekuan tersebut. Meskipun banyak dari mereka yang menjualnya dalam keadaan beku.

Menariknya, beberapa penikmat ikan akan mengakui bahwa mereka sendiri tidak bisa membedakan antara ikan tuna beku dan ikan tuna segar. Tentu saja, Anda tidak dapat selalu memastikan ikan mentah yang Anda makan dibekukan dengan benar, karena FDA tidak dapat memeriksa setiap bagian dari sashimi. Pembekuan dapat dilakukan baik oleh restoran atau oleh siapapun menjual ikan kepada mereka.

Sirip ikan hiu

Ikan hiu memang bukan makhluk laut favorit semua orang. Banyak orang menganggap pengambilan sirip hiu tidak masuk akal. Makan sup sirip hiu aneh untuk sebagian orang. Tapi bagi sebagian lainnya, sup ini lezat walaupun harganya mahal. Tak heran banyak orang yang menangkap hiu kemudian memotong sirip mereka, dan melemparkan hiu kembali ke laut dalam kondisi mati. 

Karena kelakukan masyarakat tersebut, baru-baru ini, Uni Emirat Arab dan banyak otoritas lainnya telah melarang praktek pengambilan sirip hiu. Aturan baru mereka menyatakan bahwa jika seseorang menangkap ikan hiu, mereka harus membawa seluruh tubuh kembali ke pelabuhan. Pengambilan sirip hiu ini selain termasuk pembunuhan perlahan dengan cara mutilasi yang menyakitkan, juga merupakan praktik yang sangat boros karena berton-ton hiu yang awalnya hidup dilempar kembali ke laut ketika sudah mati berenang.

Di Cina, sup sirip ikan hiu harganya mahal sekitar 100 dolar Amerika per mangkuk. Itu hanya untuk sekali makan. Tapi dengan makan sup sirip hiu, maka status Anda menjadi tinggi. Di zaman modern, makan sup sirip hiu bahkan telah menjadi lebih dari sebuah ritual untuk menandai acara-acara khusus atau pertemuan bisnis.

Parahnya, penambahan sirip hiu dalam sup sebenarnya bukan untuk menambahkan rasa. Tapi  hanya untuk memberikan tekstur ke dalam sup. Masyarakat tega membunuh hiu hanya untuk itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement