REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah langkah kaki setiap hari dinilai bisa memberikan gambaran mengenai kesehatan otak di masa depan. Penelitian terbaru menemukan, individu yang berjalan kurang dari 5.000 langkah per hari dikaitkan dengan risiko demensia, penyakit Parkinson, hingga strok yang lebih tinggi.
Studi dilakukan dengan menganalisis data perangkat pelacak kebugaran Fitbit selama satu tahun dari lebih dari 22 ribu orang dewasa berusia 40 tahun ke atas. Para peneliti kemudian memeriksa rekam medis para peserta selama lima tahun berikutnya.
Hasilnya menunjukkan, tingkat kejadian demensia, penyakit Parkinson, dan strok 80 persen lebih tinggi pada kelompok yang berjalan kurang dari 5 ribu langkah per hari, dibandingkan mereka yang berjalan lebih dari 12 ribu langkah sehari. Kelompok tersebut juga memiliki angka kejadian obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan depresi yang lebih tinggi. Menurut para peneliti, kondisi-kondisi tersebut mungkin membantu menjelaskan sebagian perbedaan yang ditemukan.
"Kesimpulannya, seberapa banyak Anda bergerak selama setahun dapat memberikan gambaran mengenai kesehatan otak dan tubuh Anda secara keseluruhan," kata penulis utama studi dari Florida Atlantic University, dr Meet Popatbhai Kachhadia, dilansir laman US News, Selasa (20/10/2026).
Peneliti lainnya yang juga berasal dari Florida Atlantic University, dr Marc Swerdloff, mendorong setiap orang untuk membangun kebiasaan yang aktif secara fisik. Menurut dia, masyarakat perlu menetapkan target kebugaran yang realistis dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan.
"Setiap orang sebaiknya membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan menetapkan sasaran kebugaran yang realistis dan dapat dipertahankan demi meningkatkan kesehatan mereka," kata Swerdloff.
la mencontohkan, orang yang berjalan rata-rata sekitar 8 ribu langkah sehari memiliki angka kejadian penyakit neurologis yang lebih rendah dibandingkan kelompok yang paling sedikit bergerak. Target tersebut juga sejalan dengan panduan federal yang merekomendasikan sekitar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang setiap pekan.
"Jadi tidak perlu harus selalu mencapai 12 ribu langkah sehari. Bisa berjalan 8 ribu langkah sehari saja sudah sangat baik," kata Swerdloff.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi hubungan antara jumlah langkah harian dan penyakit neurologis. Penelitian tersebut dijadwalkan untuk dipresentasikan di San Diego dalam sebuah pertemuan American Neurological Association atau Asosiasi Neurologi Amerika.
Kebiasaan jalan kaki juga telah dikaitkan dengan umur panjang. Dokter spesialis jantung, dr Bradley Serwer, mengatakan bahwa berjalan kaki selama 10 menit setiap hari dapat menjaga kesehatan jantung.
Saat berjalan kaki, detak jantung meningkat sehingga sistem kardiovaskular bekerja lebih aktif. Aktivitas aerobik seperti berjalan kaki juga dapat memperkuat otot jantung, memperbaiki sirkulasi darah, serta membantu menjaga pembuluh darah tetap fleksibel.
"Dari banyak penelitian diketahui bahwa setidanya 150 menit aktivitas aerobik per minggu dapat menurunkan risiko kematian secara keseluruhan sebesar 20 hingga 30 persen. Itu setara dengan berjalan kaki selama 30 menit sebanyak lima kali dalam sepekan," kata dr Serwer dilansir dari laman Eating Well beberapa waktu lalu.
L