REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah gaya hidup modern yang semakin cepat dan padat, serangan panik menjadi salah satu isu kesehatan mental yang kerap terjadi. Serangan panik merupakan kondisi yang menimbulkan rasa takut tiba-tiba disertai reaksi fisik yang kuat, meskipun terjadi dalam situasi yang sebenarnya tidak berbahaya.
Dokter spesialis saraf/neurologi dr Rahul Chawla mengatakan serangan panik biasanya berlangsung selama 5 hingga 20 menit, namun dalam beberapa kasus dapat bertahan hingga satu jam. Menurut dia, saat serangan panik terjadi, tubuh masuk ke dalam respons stres yang sangat intens.
"Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti dada terasa sesak, jantung berdebar cepat, sesak napas, pusing, gemetar, hingga perasaan seolah-olah sesuatu yang sangat buruk akan terjadi. Dalam beberapa kasus, penderita bahkan merasa seperti akan meninggal," kata Chawla dilansir laman Hindustan Times, Kamis (16/4/2026).
Meski umumnya tidak mengancam jiwa, dia menekankan pentingnya penanganan yang tepat. Dokter Chawla menyarankan tiga langkah utama yang dapat dilakukan saat mengalami serangan panik.
Pertama, mengakui dan menjelaskan kepada diri sendiri bahwa yang sedang terjadi adalah serangan panik. Meskipun gejalanya terasa menakutkan, kondisi ini akan mereda dengan sendirinya.