Kamis 16 Apr 2026 15:41 WIB

'Call Hening' Jadi Modus Penipuan Baru, Apa Itu?

Masyarakat disarankan untuk tidak merespons panggilan semacam ini.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Call hening (ilustrasi). Fenomena call hening kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.
Foto: Dok. Freepik
Call hening (ilustrasi). Fenomena call hening kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah menerima telepon misterius yang ketika diangkat, tanpa suara? Hati-hati, bisa jadi itu bagian dari modus penipuan digital terbaru. Fenomena "call hening" kini marak terjadi dan menjadi pintu masuk berbagai kejahatan siber.

Pakar ilmu komputer dari IPB University, Dr Heru Sukoco, mengingatkan masyarakat untuk tidak merespons panggilan semacam ini. la menegaskan prinsip utama yang harus dipegang adalah abaikan dan jangan telpon balik.

Baca Juga

"Jangan angkat, jangan telepon balik, blokir dan abaikan karena panggilan tersebut merupakan tahapan awal dari penipuan berbasis telepon," kata Heru dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (16/4/2026).

Fenomena "call hening" sendiri diidentifikasi sebagai bagian dari social engineering atau scam yang tengah meningkat. Panggilan ini biasanya tidak bersuara atau terputus setelah beberapa detik. Tujuannya beragam, mulai dari mengecek apakah nomor aktif, memancing korban untuk melakukan call back, hingga mengumpulkan data untuk serangan lanjutan.

photo
Ilustrasi modus scam atau penipuan finansial. - (dok Freepik)

 

Menurutnya, risiko dari panggilan ini tidak bisa dianggap sepele. Nomor korban berpotensi masuk dalam daftar target penipuan, diarahkan ke skema lanjutan seperti one time password (OTP) dan phishing, hingga terhubung ke nomor premium berbiaya tinggi jika melakukan panggilan balik.

Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan masyarakat agar tidak mengangkat telepon dari nomor tidak dikenal, terutama nomor luar negeri yang mencurigakan. Jika memang penting, biasanya penelepon akan menghubungi kembali atau mengirim pesan singkat.

la juga menekankan agar tidak pernah melakukan call back. "Tindakan ini adalah yang paling sering menjebak, karena banyak scam menggunakan teknik missed call bait," kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement