Senin 11 May 2026 14:15 WIB

Rachel Amanda: Film Monster Pabrik Rambut 'Relate' Sama Pekerja Indonesia

Amanda dan Lutesha juga menyampaikan pesan solidaritas untuk para pekerja.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Pemeran film Monster Pabrik Rambut Rachel Amanda (kiri) dan Lutesha saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Foto: Edwin Putranto/Republika
Pemeran film Monster Pabrik Rambut Rachel Amanda (kiri) dan Lutesha saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Senin (11/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Film horor fantasi Monster Pabrik Rambut arahan sutradara Edwin hadir dengan mengeksplorasi "kengerian" di tempat kerja atau overworked. Rachel Amanda dan Lutesha, yang memerankan karakter Putri dan Ida, menilai isu overworked sangat dekat serta relevan dengan realitas para pekerja di Indonesia.

"Bisa relate banget sama semua pekerja sih menurut aku. Walaupun di film ini overworked-nya yang diceritakan lebih ke pekerja pabrik, tapi aku kira isu itu juga banyak dirasain pekerja kantoran ya," kata Amanda saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Baca Juga

Lutesha juga mengatakan isu overworked sering kali disuarakan oleh para pekerja kreatif, termasuk agensi bahkan di industri perfilman. Menurut Lutesha, dampak overworked tidak boleh dianggap sepele karena bisa memengaruhi kondisi fisik maupun mental pekerja.

"Kalau di pabrik kan overworked itu efeknya bisa mengalami kecelakaan kerja dan kesurupan gitu kan, kayak apa yang diangkat di film ini. Kalau di kantoran kan bisa tetap kerasa dampak overworked itu, misalnya ada yang asam lambung, itu jangan dianggap sepele lho," kata Lutesha.

photo
Pemeran film Monster Pabrik Rambut Rachel Amanda saat berkunjung ke Republika, Jakarta, Senin (11/5/2026). - (Edwin Putranto/Republika)

 

Amanda menyebut isu yang diangkat dalam film tersebut tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga global. la mengenang respons penonton internasional saat menghadiri world premiere film Monster Pabrik Rambut di Berlin International Film Festival (Berlinale 2026) dan di Hong Kong International Film Festival.

"Kebetulan aku ikut yang pemutaran di Berlin, responsnya antusias, mungkin karena penonton di Berlin itu cinephile juga. Terus kalau yang aku denger di Hong Kong, responnya juga baik, karena mungkin relate sama mereka karena overworked itu isu universal, bukan isu Indonesia aja," kata Amanda.

Tak hanya membahas film, Amanda dan Lutesha juga menyampaikan pesan solidaritas untuk para pekerja dan buruh. Menurut Amanda, solidaritas dan bergabung dalam serikat pekerja sangat penting bagi para buruh untuk memperjuangkan hak-haknya.

"Buruh harus solid. Serikat itu penting. Karena dimanapun kita bekerja, ada isu safety, upah, dan sebagainya. Karena pemilik dan pekerja ada kesenjangan power, makanya kita harus bersatu untuk menghadapi bos," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement