Sabtu 10 Oct 2026 16:50 WIB

Musik Bikin Merasa Dipahami, tetapi Kapan Harus ke Psikolog?

Kesehatan mental bisa didukung lewat musik

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Intan Pratiwi
Hari Kesehatan Mental Sedunia
Foto: Hari Kesehatan Mental Sedunia
Hari Kesehatan Mental Sedunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musik dapat membantu seseorang mengenali dan mengungkapkan perasaan yang sulit dijelaskan. Psikolog Klinis Dewasa Larasati Margaretha Soetrisno mengatakan, lirik, nada, dan instrumen lagu bisa merepresentasikan emosi yang dirasakan seseorang.

“Tidak semua orang bisa mengenali dan menjelaskan emosinya, sehingga ketika mendengar lagu tertentu, lirik, nada, atau instrumennya dapat merepresentasikan apa yang sedang dirasakan. Musik membantu seseorang menemukan bentuk dari perasaan yang sebelumnya sulit dijelaskan,” kata Larasati dalam keterangan tertulis dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia, Sabtu (10/10/2026).

Selain membantu mengenali perasaan, musik dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi. Mendengarkan lagu, bernyanyi, memainkan alat musik, atau menulis lagu bisa membantu seseorang menyalurkan perasaan dan melepaskan stres.

“Mendengarkan musik dapat membantu seseorang merasa terwakili atau merasa bahwa ada sesuatu yang merepresentasikan perasaannya. Sementara bernyanyi, memainkan musik, atau menulis lagu bisa menjadi bentuk mengekspresikan emosi dan melepaskan stres,” ujar Larasati.

Musik juga dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian ketika menghadapi persoalan. Lagu yang sesuai dengan pengalaman pribadi dapat menciptakan koneksi emosional dan membuat pendengarnya merasa dipahami.

“Ketika pada suatu situasi tidak ada orang yang bisa mendengarkan atau memahami kita, musik dapat menjadi salah satu alternatif yang membuat seseorang merasa tidak sendirian,” katanya.

Meski demikian, musik bukan pengganti bantuan profesional. Larasati menjelaskan, musik dapat menjadi salah satu strategi untuk menghadapi tekanan atau coping strategy. Namun, manfaatnya bisa bersifat sementara dan tidak selalu menyelesaikan masalah yang mendasari tekanan tersebut.

“Musik dapat menjadi bagian dari coping, tetapi sifatnya sementara. Musik bisa membantu kita bertahan pada saat itu, tetapi masalah yang mendasarinya belum tentu selesai. Jika memang membutuhkan bantuan profesional, tetap penting untuk mencarinya,” ujarnya.

Lantas, kapan seseorang perlu mencari bantuan psikolog?

Larasati menjelaskan, tekanan emosional yang berat, berlangsung lama, atau sulit dikelola perlu mendapat perhatian. Begitu pula ketika kondisi emosional mulai mengganggu aktivitas dan kemampuan seseorang menjalankan peran sehari-hari.

Selain itu, pikiran, perasaan, atau perilaku yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain perlu segera ditangani. Jika terdapat risiko langsung terhadap keselamatan, pertolongan darurat harus dicari tanpa menunggu kondisi berlangsung lama.

Larasati mengakui, rasa malu, takut, atau ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog merupakan hal yang wajar. Namun, perasaan tersebut tidak seharusnya menghalangi seseorang mendapatkan bantuan.

“Rasa malu, takut, atau ragu untuk datang ke psikolog itu wajar. Namun, jangan sampai hal tersebut menghalangi seseorang mendapatkan bantuan yang memang dibutuhkan. Mengenali bahwa kita membutuhkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga diri,” katanya.

Musik dan Pengalaman Emosional

Peran musik dalam menggambarkan pengalaman emosional juga terlihat dalam karya musisi YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West. Dua lagunya, Ghost Town dalam album ye dan Reborn, kolaborasinya dengan Kid Cudi dalam album KIDS SEE GHOSTS, dirilis pada 2018.

Lagu Ghost Town mengangkat tema pergulatan emosional, kerentanan, dan keinginan menemukan kebebasan. Sementara itu, Reborn menggambarkan pengalaman menghadapi masa sulit, menemukan kembali harapan, dan terus bergerak maju.

Kedua lagu tersebut memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menceritakan pengalaman emosional yang kompleks. Bagi pendengar, lagu juga bisa menjadi ruang untuk merefleksikan perasaan dan menemukan cara membicarakannya dengan orang lain.

Karya-karya YE akan dibawakan dalam konser YE Live in Jakarta di Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Konser tersebut menghadirkan Globe Stage, panggung 360 derajat, dengan perpaduan tata cahaya dan audio sebagai bagian dari pertunjukan. Informasi tiket tersedia melalui situs resmi yejakarta.com.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi