Senin 06 Apr 2026 13:29 WIB

Studio Film Aku Harus Mati Seperti tak Peka Isu Kesehatan Mental

Data 2025 sebut rata-rata ada 100 kasus bunuh diri tiap bulan di Indonesia.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari
Di tengah tingginya kasus bunuh diri di Indonesia, suguhan film semestinya mampu membangkitkan sikap positif. 
Foto: Wallpaper Flare
Di tengah tingginya kasus bunuh diri di Indonesia, suguhan film semestinya mampu membangkitkan sikap positif. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat film Indonesia, Yan Widjaya, menilai rumah produksi Rollink Action dan tim promosi film Aku Harus Mati abai terhadap isu kesehatan mental. Buktinya, mereka bisa membuat materi billboard dengan visual dan narasi yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan psikologis.

"Ya, mereka tidak peka dengan isu kesehatan mental," kata Yan saat dihubungi Republika, Senin (6/4/2026).

Baca Juga

Di tengah tingginya kasus bunuh diri di Indonesia, kata Yan, film yang dipersembahkan untuk masyarakat semestinya mampu membangkitkan sikap positif. Berdasarkan data Pusiknas Bareskrim Polri, tercatat 1.270 kasus bunuh diri di Indonesia terjadi sejak 7 November 2025, dengan rata-rata lebih dari 100 kasus per bulan.

"Sebaiknya, sekarang film itu harus membangkitkan sikap positif untuk tidak putus asa sebagai pejuang hidup," kata Yan.

Untuk itu, Yan mendorong pihak studio untuk menurunkan semua baliho promosi film Aku Harus Mati yang terpasang di berbagai titik di Indonesia. la menyarankan, materi promosi cukup di dalam bioskop saja.

Baliho promosi film Aku Harus Mati juga mendapat kritik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Ketua Umum PDSKJl, dr Agung Frijanto, menilai visual dan narasi yang ditampilkan berpotensi memicu ketidaknyamanan emosional.

la menjelaskan bahwa ruang publik diakses oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, termasuk anak dan remaja. Bahkan bagi individu yang memiliki riwayat depresi, materi promosi tersebut bahkan bisa menjadi pemicu untuk bunuh diri.

Film tersebut menceritakan tentang karakter Mala (Hana Saraswati) yang terperangkap dalam obsesi validasi sosial hingga terlilit utang. Kisah ini menggambarkan bagaimana seseorang rela mengorbankan diri dan jiwanya demi harta serta pengakuan, bahkan sampai terjerat pinjol dan paylater. Disutradarai Hestu Saputra, film Aku Harus Mati sudah tayang di bioskop mulai 2 April 2026.

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement