Jumat 29 Aug 2025 08:20 WIB

Ernest Prakasa Sebut Baca Buku Jadi Cara Lawan Pembodohan

Buku Tere Liye 'Teruslah Bodoh Jangan Pintar' mengubah sudut pandang Ernest Prakasa.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Sutradara Film Milly & Mamet Ernest Prakasa pada sesi tapping video saat mengunjungi kantor Redaksi Republika di Jakarta, Kamis (29/11).
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Sutradara Film Milly & Mamet Ernest Prakasa pada sesi tapping video saat mengunjungi kantor Redaksi Republika di Jakarta, Kamis (29/11).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Buku memiliki peran penting dalam membentuk pandangan Ernest Prakasa. Sutradara sekaligus komika ini menyebut Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye sebagai salah satu buku yang mengubah sudut pandangnya.

Meskipun ini adalah buku fiksi, namun menurut Ernest, isinya sangat relevan dengan kondisi sosial politik saat ini. "Terus terang buku ini mengubah banyak hal, pandangan saya, inspirasi banget. Ini buku fiksi yang sangat riil, karena sekarang kita ribut demonstrasi soal tunjangan anggota DPR segala macem. Anggota DPR ini yang milih siapa sih? Kita juga kan sebagai rakyat," kata Ernest dalam konferensi pers Pesta Literasi di Gramedia Jalma, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga

Menurut Ernest, rendahnya tingkat literasi menjadi salah satu penyebab masyarakat mudah dikibuli dan dikendalikan penguasa. Karena itu, ia menilai membaca buku adalah cara untuk melawan pembodohan dan mencerdaskan masyarakat.

"Jadi buku itu buat saya, perlawanan langsung terhadap pembodohan. Buku itu cara kita melawan. Karena penguasa enggak akan mau rakyatnya pintar. Karena orang pinter itu susah diatur. Dan salah satu cara untuk membuat orang pinter adalah dengan membaca buku," kata Ernest.

Setelah membaca Teruslah Bodoh Jangan Pintar, Ernest pun mengaku mulai aktif mengajak publik untuk lebih akrab dengan literasi, terutama melalui media sosial. la kerap mengunggah ulasan buku di akun Instagram pribadinya, khususnya buku-buku fiksi yang dinilai lebih mudah diakses oleh generasi muda.

Dari konten tersebut, ia menilai semangat membaca di kalangan muda sebetulnya masih kuat. "Ternyata konten review buku itu responsnya bagus loh. Banyak yang ikut berdiskusi, kasih komentar, bahkan berbagi rekomendasi buku. Jadi ya ini poin bagus, dan harus terus didorong," kata Ernest.

Dia mengungkap membaca buku juga berperan penting dalam proses kreatifnya menulis naskah film. Menurut dia, penulisan skenario film memiliki teknik khusus, dan untuk memahaminya dia pelajari melalui buku.

"Saya juga kan menulis naskah film, dan naskah film itu kan ada tekniknya, saya belajar menulis skenario film ya dari baca buku karena buku itu menawarkan kedalaman," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement