Rabu 24 Apr 2024 18:00 WIB

FFI 2024 Angkat Tema 'Merandai Cakrawala Sinema Indonesia', Apa Maknanya?

FFI 2024 mengusung sistem penjurian hibrida.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Qommarria Rostanti
Marsha Timothy meraih penghargaan pemeran utama wanita terbaik FFI. FFI 2024. mengambil tema Merandai Cakrawala Sinema Indonesia.
Foto: Republika/Iman Firmansyah
Marsha Timothy meraih penghargaan pemeran utama wanita terbaik FFI. FFI 2024. mengambil tema Merandai Cakrawala Sinema Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Festival Film Indonesia (FFI) periode 2024-2026 telah menetapkan tema FFI 2024 yaitu “Merandai Cakrawala Sinema Indonesia”. Merandai memiliki makna mengarungi dan menjelajahi. 

Ketua Komite FFI Periode 2024-2026 Ario Bayu mengatakan tema besarnya memiliki tiga unsur yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dari tiga unsur itu, lahirlah merandai cakrawala sinema Indonesia. 

Baca Juga

Menurut pria kelahiran tahun 1985 ini, pemaknaan lain dari tema tersebut adalah menjelajahi cakrawala perjalanan nuansa-nuansa sinema Indonesia dan dinamikanya, serta pastinya perjalanan atau proses yang sudah dilewati sinema Indonesia tentu penuh dengan banyak tantangan dan rintangan. “Tetapi dengan sinergi, kekuatan artistik, dan determinasi kuat seluruh stakeholders perfilman, kita tetap mampu berkolaborasi dan menyuarakan suara lewat medium cerita. Ruang ekspresi itu yang saya dambakan, yang saya senang sebagai salah satu eksponen dalam dunia film,” kata Ario Bayu dalam acara konferensi pers peluncuran “Festival Film Indonesia 2024” di Jakarta, Senin (22/4/2024). 

Penyelenggaraan FFI 2024 mengusung sistem penjurian hibrida yang mengombinasikan penilaian kuantitatif (lewat pemungutan suara) dan penilaian kualitatif (lewat diskusi). Sistem penjurian ini cukup komprehensif, representatif, dan partisipatif. Penjurian melewati sejumlah tahapan mulai dari tahap rekomendasi oleh asosiasi profesi perfilman, tahap nominasi oleh Akademi Citra (insan film peraih Piala Citra), hingga tahap penentuan pemenang oleh Dewan Juri Akhir. Hal tersebut merepresentasikan profesional atau pembuat film dan mereka yang menjadi bagian dari ekosistem perfilman dengan beragam latar profesi. 

Ketua Bidang Penjurian FFI 2024-2026 Budi Irawanto mengatakan, sistem penjurian tersebut menjunjung prinsip demokrasi dan penghormatan terhadap profesionalisme serta dedikasi para insan film. Peran Dewan Juri Akhir dalam penentuan pemenang menempatkan film sebagai produk budaya yang dinilai secara kualitatif. "Sedangkan keterlibatan publik bisa menumbuhkan partisipasi serta Perluasan apresiasi terhadap film Indonesia,” kata Budi. 

Lebih lanjut, dia menyebut, “Sistem penjurian menjadi bagian dari upaya bersama untuk semakin memperkuat ekosistem perfilman kita agar lebih solid dan padu”. Anggota Dewan Juri Akhir akan dipilih oleh Komite FFI 2024-2026 berdasarkan masukan dari asosiasi-asosiasi profesi perfilman. 

Ketua Komite Acara FFI 2024 Pradetya Novitri mengatakan, ada dua hal besar dalam acara tersebut yakni merandai dan cakrawala. Merandai yaitu menjelajahi, perjalanan, sedangkan cakrawala yang dimaksud di sini tentu cakrawala sinema Indonesia. 

“Kita tahu sendiri, film Indonesia sudah ada dari puluhan tahun lalu. Sudah banyak aset yang muncul dari sana. Ada pemain, ada naskah, ada penata artistiknya. Ada banyak sekali aset yang kita dapat dari puluhan tahun film Indonesia ini (yang) ada di Indonesia, tentunya,” kata Pradetya. 

 

Dia mengatakan, dari cakrawala yang luas itu, kolaborasi akan muncul. "Kolaborasi yang menarik, yang akan nanti kita jelajahi bersama, yang akan muncul nanti di acara puncak Piala Citra Festival Film Indonesia 2024. Seperti apa? Tunggu tanggal mainnya,” ujarnya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement