Senin 08 Apr 2024 10:39 WIB

Apakah Hybe Memang Lakukan Payola untuk Jamin Kesuksesan Debut ILLIT?

ILLIT sukses dengan lagu debut Magnetic.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Grup K-pop baru besutan agensi Hybe, ILLIT.
Foto: Dok. Instagram/@illit
Grup K-pop baru besutan agensi Hybe, ILLIT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Belum lama ini, strategi promosi Hybe Labels untuk lagu debut girl group ILLIT, "Magnetic", di Spotify menjadi perbincangan di dunia K-Pop. Sebuah kelompok penggemar K-Pop menuduh bahwa Hybe telah menggunakan "payola".

Payola adalah sebuah praktik di mana pembayaran dilakukan ke platform untuk promosi yang tidak diminta. Praktik memastikan bahwa "Magnetic" secara otomatis diputar setelah lagu K-Pop lainnya berakhir.

Baca Juga

Di sisi lain, penggemar lain ikut membedah tuduhan ini. Mereka menghubungkan pemutaran otomatis tersebut dengan sistem rekomendasi Spotify yang canggih.

Fitur bawaan ini menyusun daftar lagu, menyajikannya kepada pendengar sebagai lagu berikutnya berdasarkan berbagai faktor seperti riwayat mendengarkan, lagu yang disukai, penambahan daftar putar, dan kesamaan dengan pola mendengarkan pengguna lain.

Dilansir Koreaboo, Senin (8/4/2024), Spotify menggunakan algoritma kompleks untuk meningkatkan pengalaman pengguna dengan menyesuaikan rekomendasi musik. Fungsi Putar Otomatis aktif saat lagu berakhir, menampilkan trek yang selaras dengan preferensi dan riwayat pendengar.

Menurut seorang penggemar, pilihan ini didorong oleh analisis data dan perilaku pengguna. Tidak ada pertukaran finansial seperti yang dituduhkan kepda Hybe agar lagu atau artis tertentu bisa disorot.

"Apa yang terjadi adalah daftar rekomendasi Spotify di mana lagu atau artis tertentu terus diputar setelah sebuah lagu berakhir di Spotify, dan beberapa orang sampai pada kesimpulan bahwa Hybe menggunakan payola untuk memprosikan illit, tetapi itu hanya hasil dari algoritma rekomendasi Spotify," tulis akun media sosial X @runxchoxoxi pada Ahad (7/4/2024).

"Algoritma Spotify dibuat untuk merekomendasikan lagu kepada para pendengar berdasarkan riwayat mendengarkan mereka, lagu yang mereka sukai atau tambahkan ke playlist, dan apa yang dinikmati oleh para pendengar lain dengan selera serupa."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement