Selasa 05 Mar 2024 00:55 WIB

Dampak Buruk Stres yang tak Terkelola dengan Baik: Penyakit Jantung Hingga Strok

Stres jadi salah 1 faktor yang berperan penting dalam terjadinya sindrom metabolik.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti
Stres (ilustrasi). Stres yang tak terkelola dapat memberikan beragam dampak buruk bagi kesehatan.
Foto: Mgrol101
Stres (ilustrasi). Stres yang tak terkelola dapat memberikan beragam dampak buruk bagi kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stres memainkan peran penting dalam terjadinya sindrom metabolik. Kabar baiknya, pengelolaan stres bisa membantu menekan risiko terjadinya sindrom metabolik dan memperbaiki penyakit-penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut.

Secara umum, sindrom metabolik merupakan sekumpulan kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga strok. Sindrom metabolik dapat ditandai dengan tekanan darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, kadar kolesterol abnormal, lingkar perut yang lebih besar, serta kadar gula darah puasa yang tinggi,

Baca Juga

"Bila Anda memiliki tiga kondisi ini atau lebih, Anda mungkin mengalami sindrom metabolik," ujar WebMD melalui laman resminya, seperti dikutip pada Senin (4/3/2024).

Menurut studi terbaru dalam jurnal Brain, Behavior, & Immunity-Health, stres merupakan salah satu faktor yang memainkan peran penting dalam terjadinya sindrom metabolik. Studi ini mengungkapkan bahwa stres bisa memicu terjadinya peningkatan peradangan di dalam tubuh, dan peradangan bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.

 

Selain itu, stres juga dapat memicu penurunan kadar kolesterol baik atau kolesterol HDL. Di saat yang sama, stres pun dapat meningkat peluang obesitas, resistensi insulin, serta kadar trigliserida yang tinggi. Beragam faktor ini dapat menyebabkan kerusakan pada pathway peradangan.

Dengan kata lain, stres secara tidak langsung berkaitan dengan kejadian sindrom metabolik. Alasannya, stres yang tak terkelola dapat memberikan beragam dampak buruk melalui peradangan yang bisa memicu sindrom metabolik.

Pengelolaan stres diketahui dapat membantu menurunkan risiko terjadinya sindrom metabolik. Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk membantu mengelola stres. Berikut ini adalah sebagian di antaranya, menurut Centers for Disease Control and Prevention:

1. Hindari paparan informasi negatif yang berlebih

2. Rawat diri dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup yang sehat

3. Rawat tubuh dengan menjaga kebersihan diri, berlatih meditasi, hingga menghindari rokok, alkohol, atau penyalahgunaan obat terlarang

4. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai

5. Bicara dengan orang yang dipercaya bila memiliki kekhawatiran

6. Bersosialisasi dengan komunitas atau organisasi dengan minat yang sama

7. Pahami kapan diri sendiri membutuhkan bantuan dari pihak ketiga, seperti tenaga kesehatan mental profesional

Selain mengelola stres, ada beberapa upaya yang juga perlu dilakukan untuk menekan risiko sindrom metabolik. Berikut ini adalah sebagian upaya yang dianjurkan oleh WebMD:

1. Memantau tekanan darah di rumah dengan alat tensimeter

2. Memantau komposisi tubuh dengan timbangan khusus

3. Membangun massa otot

4. Berolahraga atau latihan fisik setidaknya 150 menit er pekan, dengan dua sesi latihan ketahanan per pekan

5. Membuat jurnal harian mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk memantau dan memperbaiki pola makan

6. Menerapkan pola makan yang sehat, seimbang, serta beragam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement