Kamis 22 Feb 2024 20:35 WIB

Kiprah Avenged Sevenfold, Rekam Album Pertama pada Usia 18 Hingga Kehilangan Drummer

Avenged Sevenfold telah merilis delapan album sejak pembentukan band.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti
Band Avenged Sevenfold. Avenged Sevenfold akan menggelar konser di Indonesia pada 25 Mei 2024.
Foto: Dok. EPA/STEVE C. MITCHELL
Band Avenged Sevenfold. Avenged Sevenfold akan menggelar konser di Indonesia pada 25 Mei 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Avenged Sevenfold akan menggelar konser di Indonesia pada 25 Mei 2024. Bagi kamu yang berencana datang ke konsernya, tak ada salahnya untuk mengetahui lebih dulu perjalanan Avenged Sevenfold.

Band yang sering disingkat A7X adalah band heavy metal atau hard rock yang dibentuk pada 1999 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Band ini beranggotakan vokalis M Shadows, gitaris utama Synyster Gates, gitaris ritme Zacky Vengeance, bassis Johnny Christ, dan mantan drummer Bad Religion and Suicide Tendencies, Brooks Wackerman (2016 sampai sekarang).

Baca Juga

Yang menyedihkan, sahabat mereka dan drummer asli Avenged Sevenfold, James ‘The Rev’ Sullivan meninggal pada 2009. Setelah kematian The Rev, Mike Portnoy dari Dream Theater dan Arin ilejay sempat menggantikannya.

Band ini telah merilis delapan album sejak pembentukan mereka, Sounding the Seventh Trumpet (2001), Waking the Fallen (2003), City of Evil (2005), Avenged Sevenfold (2007), Nightmare (2010), Hail to the King (2013), The Stage (2016), dan yang terbaru Life Is But a Dream… (2023). 

 

Album pertama Avenged Sevenfold, Sounding the Seventh Trumpet, direkam ketika para anggota band berusia 18 tahun. Ini awalnya dirilis pada label pertama mereka, Good life Recordings. Setelah gitaris utama Synyster Gates (juga dikenal oleh Brian Haner Jr) bergabung dengan band, lagu pengantar "To End The Rapture" direkam ulang dengan dimainkan Gates, dan album ini dirilis ulang di Hopeless Records.

Album lanjutan mereka yang bertajuk Waking the Fallen juga dirilis di Hopeless Records dan mendapat rating positif di majalah Rolling Stone. Tak lama setelah dirilis, Avenged Sevenfold dikontrak oleh Warner Bros Records.

City of Evil, album ketiga yang dirilis pada 7 Juni 2005, menyimpang dari metalcore, dan malah lebih mengarah ke heavy metal dan menambahkan suara rock yang lebih keras dengan pengaruh dari berbagai band. Selama rekaman album ini, gaya vokal M Shadows juga diubah menjadi lebih fokus pada nyanyian melodi daripada teriakan hardcore

Beberapa menyebutkan perubahan gaya vokal sebagai akibat dari kerusakan pita suara (yang mengakibatkan operasi selanjutnya) selama tur album. Tetapi shadows menyangkal cedera itu. Dalam DVD All Excess, produser Mudrock mengklarifikasi bahwa dia ingin sang vokalis setengah bernyanyi dan setengah berteriak. 

Dilansir Last FM, nama band ini mengacu pada kitab Kejadian di dalam Alkitab, di mana Kain dijatuhi hukuman hidup di pengasingan karena kejahatan membunuh saudaranya. Tuhan menandai dia sehingga tidak ada yang akan membunuhnya karena dosanya, orang yang berani membunuh Kain akan mendapat "balas dendam tujuh kali lipat". 

Meskipun nama band dan nama panggung anggotanya mengacu pada agama, Shadows menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa mereka tidak terlalu religius sama sekali. Pada MTV Video Music Awards 2006, Avenged Sevenfold menerima penghargaan sebagai artis pendatang baru terbaik. Mereka mengalahkan beberapa artis lain seperti Angels & Airwaves dan James Blunt.

Avenged Sevenfold merilis DVD pertama mereka, Avenged Sevenfold: All Excess pada 17 Juli 2007. Lalu album keempat band ini, dirilis pada tanggal 30 Oktober 2007, memulai debutnya di peringkat empat Billboard 200 dengan lebih dari 90 ribu eksemplar terjual. Dua single, "Critical Acclaim" dan "Almost Easy" dirilis sebelum debut album. Single ketiga, "Afterlife" dan videonya dirilis pada Januari 2008. Single keempat mereka, "Dear God", dirilis pada 15 Juni 2008.

Avenged Sevenfold (disingkat A7X), adalah salah satu band metalcore sukses di awal abad ke-21 dengan lagu terpopuler mereka "Dear God". Meski dirilis pada 2007, “Dear God” tetap menjadi salah satu lagu hits terbaik Avenged Sevenfold. Band metalcore yang dipuji sebagai salah satu band terbaik sepanjang masa ini, memiliki penggemar terbesar di Asia dan Indonesia.  

Pada April 2011, band ini menjadi headline Golden God Awards yang diadakan oleh Metal Hammer. Pada malam yang sama band ini memenangkan tiga penghargaan untuk "Vokalis Terbaik" (M Shadows), "Gitar Terbaik Epiphone" (Synyster Gates dan Zacky Vengeance) dan "Album Penderitaan Tahun Ini" untuk Nightmare, sementara Mike Portnoy menang penghargaan untuk "Drummer Terbaik Drum Workshop" untuk karyanya di album ini.

Hail to the King menduduki peringkat #1 di Billboard 200 AS, tangga album Inggris, serta tangga lagu Finlandia, Brasil, Kanada, dan Irlandia, dan mendapat pujian secara komersial dan kritis. Avenged Sevenfold diumumkan sebagai band pendukung utama pada tur musim panas stadion WorldWired 2017 Metallica di AS, bersama Volbeat dan Gojira.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement