Rabu 17 Jan 2024 14:40 WIB

Penyakit X Berpotensi Picu Pandemi Berikutnya, Vaksinnya Sudah Ada?

Nama penyakit X pertama kali diciptakan oleh WHO pada 2018.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Reiny Dwinanda
Vaksin (ilustrasi). Ilmuwan tengah mengembangkan vaksin untuk penyakit X.
Foto: www.wikimedia.com
Vaksin (ilustrasi). Ilmuwan tengah mengembangkan vaksin untuk penyakit X.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ahli kesehatan dari seluruh dunia saat ini bertemu untuk membahas penyakit yang mereka khawatirkan dapat memicu pandemi berikutnya. Para pejabat berkumpul di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dengan salah satu agendanya adalah cara mengantisipasi penyakit X.

Dilansir Express, Rabu (17/1/2024), penyakit X sebenarnya merupakan nama pengganti untuk virus yang sangat serius yang akan datang. Penyakit ini merupakan ancaman mikroba yang belum diketahui, namun serius dan dapat menyebabkan pandemi global.

Baca Juga

Nama penyakit X pertama kali diciptakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2018. Sejak itu, penyakit ini masuk dalam daftar penyakit yang menjadi perhatian bersama dengan virus, seperti SARS, Ebola, dan Zika.

Namun, WHO hanya mengatakan penyakit X mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius disebabkan oleh patogen, yang saat ini tidak diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Ada pula yang mengatakan penyakit ini bisa menular seperti campak dengan tingkat kematian Ebola.

 

Penyakit X juga berpotensi menginfeksi orang 20 kali lebih banyak dibandingkan pandemi Covid-19. Menurut Evening Standard, para ilmuwan prihatin dengan penyakit misterius ini dan sudah mengembangkan vaksin.

Hal ini dilaporkan dilakukan di kompleks laboratorium pemerintah Porton Down di Wiltshire, Inggris. Laboratorium ini dijalankan oleh kampus sains dan teknologi pertahanan UK Health Security Agency (UKHSA) di Inggris Raya.

"Dalam arti tertentu, kita beruntung dengan Covid-19, meskipun faktanya penyakit ini menyebabkan 20 juta atau lebih kematian di seluruh dunia. Intinya adalah sebagian besar orang yang terinfeksi dengan virus berhasil pulih," kata mantan ketua Gugus Tugas vaksin UK, Kate Bingham.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement